KABAR FIKKIA – Desa Kluncing menjadi pusat perhatian ketika kelompok 3 dari Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga meluncurkan program “Utamakan Deteksi Dini,”. Program tersebut merupakan bagian dari grand program “Gandrung AYU: Gerakan Aksi Nyata dalam Upaya Pencegahan Hipertensi dengan Ayo, Yakin, dan Utamakan.” Kegiatan ini menggebrak dengan serangkaian langkah deteksi dini pada hipertensi , bekerja sama erat dengan Posbindu PTM ( posbina terpadu penyakit Tidak Menular) di Desa Kluncing, Kecamatan Licin.
Pada Rabu, 10 Januari 2023, pelatihan penggunaan alat tensi darah dibuka dengan semangat oleh Ahmad Arifin., Amd., Kep. di Puskesmas Pembantu Desa Kluncing. Ibu-ibu kader kesehatan dari Dusun Krajan, Bedengan, dan Pesucen turut serta dalam pelatihan ini, menciptakan dasar untuk kegiatan deteksi dini yang akan terus dimonitor melalui kegiatan Posbindu PTM.
Pahami cara menganalisa hasil tensimeter
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan keaktifan dan kualitas Kader Kesehatan Posbindu PTM dalam deteksi dini hipertensi serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama terkait hipertensi yang kian mengkhawatirkan. Sehingga kedepannya kader yang terlibat lebih terampil dalam menggunakan, membaca data hasil tensimeter, dan menentukan klasifikasi tekanan darah.
Apakah tergolong dalam hipotensi (tekanan darah rendah), normal, atau hipertensi (tekanan darah tinggi). Klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengukuran tekanan sistolik dan diastolik darah yang terbaca di layar tensimeter.
Semua aktivitas berlangsung di Puskesmas Pembantu Licin Desa Kluncing, dengan melibatkan ibu-ibu kader kesehatan dari Dusun Bedengan, Dusun Krajan, dan Dusun Pesucen, serta diisi oleh mitra dari Puskesmas, Ahmad Arifin., A.Md., Kep.

Mahasiswa kesehatan masyarakat khususnya kelompok 3 PKL Kluncing memiliki peran krusial dalam merancang, melaksanakan, dan memantau kegiatan ini. Program ini diinisiasi untuk memaksimalkan peran Posbindu PTM di Desa Kluncing dalam mendeteksi dini penyakit tidak menular, terutama hipertensi yang dikenal sebagai penyakit silent killer.
Menurut penuturan salah satu peserta pelatihan, kegiatan ini merupakan pelatihan pertama yang melibatkan seluruh anggota kader Posbindu PTM di Desa Kluncing. Kader baru pun merasa terbantu dan antusias, menyambut kegiatan ini dengan semangat tinggi. Sebagai langkah keberlanjutan program, Kelompok 3 PKL Kluncing memberikan kenang-kenangan berupa alat tensi tekanan darah kepada ibu-ibu kader, memastikan kelancaran deteksi dini di Posbindu PTM.
Pesan penting yang disampaikan dari kegiatan ini adalah pentingnya deteksi dini hipertensi sebagai langkah pencegahan, mengingat hipertensi merupakan penyakit silent killer. Materi pelatihan mencakup faktor risiko dan pencegahan hipertensi, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Kluncing.
Program “Utamakan Deteksi Dini” tidak hanya menjadi gebrakan sesaat, melainkan fondasi kuat untuk mewujudkan Desa Kluncing yang lebih sehat dan terhindar dari ancaman hipertensi. Aksi nyata dari kelompok 3 PKL Kluncing mahasiswa Kesehatan Masyarakat memberikan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin dan ke-17 Partnership for the Goals dan ke-4 Quality Education
Penulis: Oktario Dinansa Khoir
Editor: Avicena C. Nisa
