FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Deteksi Gangguan Dengar Lebih Awal dengan Pemeriksaan Telinga Berkala

Telinga menjadi salah satu indra yang penting bagi kehidupan manusia. Perannya yang daya guna sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih bagi Kesehatan manusia. Pemeriksaan telinga menjadi hal yang penting agar kondisi telinga sehat dapat terjaga fungsinya. Pemeriksaan telinga dapat dilakukan enam bulan sekali atau dua kali dalam satu tahun. Berikut tampak kondisi pemeriksaan telinga.

Pada pemeriksaan telinga akan didapatkan liang telinga tampak penuh dengan kotoran berwarna putih kotor, kekuningan atau kehitaman. Tampak juga serabut seperti kapas atau seperti serpihan kertas yang basah, lengket, berbintik- bintik yang memenuhi liang telinga dengan peradanganatau kemerahan liang telinga yang luas.

Gambaran infeksi jamur yang terdapat di liang telinga. Sumber: Penulis

Penanganan gangguan dengar

Dokter sekaligus dosen pengajar Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR Citra Dwi Novastuti, Sp. THTBKL menyarankan sebaiknya segera melakukan pemeriksaat kepada dokter yang tepat. Bila ada gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter spesialis THT. Diharapkan tidak membersihkan liang telinga sendiri karena dikhawatirkan akan semakin menambah nyeri dan bisa terjadi perlukaan pada liang telinga. Dokter THT akan melakukan hal di bawah ini:

  1. Ear toiletyaitu membersihkan. Liang telinag dengan mengeluarkan cairan, kotoran, dan jamur yang memenuhi liang telinga
  2. Memberikan obat tetes telinga anti jamur seperti Nistatin atau Clotrimazol. Obat anti jamur ini sebaiknya dilanjutkan selama satu  minggu setelah terjadinya perbaikan untuk mencegah berulangnya infeksi.
  3. Memberikan obat anti-radang dan anti-bakteri (antibiotik) pada kasus infeksi bakteri yang bersamaan dengan infeksi jamur. Dapat diberikan obat tetes telinga antibiotik dan anti-radang dalam satu obat tetes. Antibiotik obat minum juga bisa diberikan.
  4. Obat anti-nyeri diberikan untuk mengurangi keluhan pasien

Selama masa pengobatan, pasien juga dianjurkan untuk tidak mengorek telinganya dan selalu mengeringkan telinga sehabis mandi. Hal ini penting untuk mencegah masuknya air ke dalam liang telinga yang akan memperparah kondisi infeksi. Penting pula untuk menghindari aktifitas berenang sementara waktu.

Komplikasi yang disebabkan oleh infeksi jamur

Penanganan infeksi jamur pasda telinga ini harus tepat untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi, diantaranya:

  • Kerusakan gendang telinga
  • Peradangan pada jaringan tulang di bawah liang telinga
  • Infeksi menjalar ke tulang pendengaran (mastoiditis)
  • Infeksi menjalar ke selaput otak (meningitis)

Pencegahan infeksi jamur

Hindari kebiasaan mengorek telinga, pemakaian earphone juga perlu dibatasi. Membersihkan telinga ke dokter rutin setiap 6 bulan sekali ke dokter spesialis THT. Untuk orang yang profesinya sering kontak dengan air, bila terdapat gejala sakit telinga sebaiknya hentikan dulu sementara aktifitas berenang/menyelam kemudian segera konsultasi ke dokter spesialis THT. Jika menderita diabetes atau kondisi medis lain yang melemahkan sistem imun, pastikan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin ke dokter.

Nah, sekarang jadi semakin mengerti ya bagaimana cara menjaga Kesehatan telinga. Telinga yang sehat adalah telinga yang kering. Bila ada keluhan telinga jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis THT terdekat. Salam sehat. 

Penulis: dr. Citra Dwi Novastuti, Sp. THTBKL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *