FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dosen Akuakultur FIKKIA Dipercaya Pimpin Diskusi Banyuwangi Shrimp Fair 2025

KABAR FIKKIA- Industri budidaya udang menjadi sorotan publik setelah temuan radioaktif SC-137 yang berdampak pada tarif impor Amerika Serikat sebagai pasar ekspor. Banyuwangi Shrimp Fair 2025, yang digagas Shrimp Club Indonesia (SCI) dan Forum Teknologi Akuakultur Banyuwangi menghadirkan pelaku industri udang dari berbagai daerah di Indonesia. Selama tiga hari (14-16/10/2025), peserta berdiskusi tentang dinamika industri, pasar global, serta inovasi budidaya terbarukan di di El-Hotel Banyuwangi.

Diforum bergengsi tersebut, Dosen Akuakultur FIKKIA UNIAR Arif Habib Fasya, S. Pi., M. P., dipercaya menjadi moderator. Pengajar Manajemen Kesehatan Ikan itu berperan penting memimpin jalannya diskusi, dan memastikan arah dialog. Adanya Banyuwangi Shrimp Fair 2025 diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor akuakultur udang.

Partisipasi aktif para petambak dari Banyuwangi dan luar daerah semakin diperkaya oleh moderasi beliau. Ia menambahkan para peneliti, teknisi, dan petambak dapat bertukar pengetahuan untuk meningkatkan inovasi dan daya saing produk udang Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. 500 kursi yang disediakan panitia tampak hampir penuh.

“Ini menandakan masyarakat dan stakeholders sangat tertarik dan menaruh perhatian dengan isu-isu di industri udang saat ini,” ujar Fasya.

Industri udang menjadi salah penggerak pasar ekspor Indonesia. Proses budidayanya melibatkan banyak pihak, sehingga turut menyumbang rantai perputaran ekonomi masyarakat. Kondisi industri udang yang sedang tidak baik-baik saja tentu menjadi pukulan besar bagi pengusaha.

Dalam pembukaannya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan masalah ini menjadi momentum saling menguatkan, sehingga persoalan ekspor dapat diselesaikan bersama-sama. Ia pun menambahkan pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbitan sertifikat bebas radioaktif

Sementara itu, Liyana (AKUA 24) sebagai mahasiswa yang mengikuti jalannya pameran, memberikan tanggapan positif atas manfaat acara ini

“Dengan mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan banyak sekali ilmu terkait industri perudangan, mulai dari struktur buatan kolam, pembuatan kolam, kualitas pakan udang, serta hambatan dan tantangan pembudidaya udang,” ujarnya.

Penyelenggaraan Banyuwangi Shrimp Fair 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi pemulihan industri udang nasional. Dengan partisipasi banyak pihak acara ini tidak hanya memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan, tetapi juga mendorong inovasi yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan global.

Penulis: Nirmala Sagita

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *