FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dosen Akuakultur FIKKIA UNAIR Berikan Pelatihan Penggunaan Probiotik untuk Pembudidaya Ikan Kerapu di Bintan

KABAR FIKKIA – Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan masyarakat pesisir melalui program pengabdian masyarakat yang berlangsung di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Program ini dilaksanakan selama tiga hari, (17-19 September 2024), sebagai bagian dari kegiatan Airlangga Community Development Hub (ACDH). Tema besar pengmas tahun ini adalah Indonesia Border Empowerment: Pemberdayaan Masyarakat dan Budaya Melayu di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan dari berbagai fakultas Universitas Airlangga, termasuk Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA).

Dalam kegiatan ini, Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si., perwakilan dari FIKKIA, memberikan pelatihan tentang Probiotik dalam Budidaya Ikan. Pelatihan diikuti oleh 20 pembudidaya ikan kerapu dari Desa Busung, Bintan. Dosen Nutrisi Ikan Prodi Akuakultur tersebut memberikan materi seputar pemanfaatan probiotik. Penggunaan probiotik menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya ikan, khususnya kerapu. Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta yang selama ini belum familiar dengan probiotik dan manfaatnya dalam budidaya ikan.

Latar belakang pelatihan

Budidaya ikan kerapu di Desa Busung masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan pada pakan berupa ikan rucah. Ikan rucah sering kali mengandung virus atau bakteri yang berpotensi menularkan penyakit pada ikan kerapu, sehingga meningkatkan risiko kegagalan budidaya. Selain itu, pengetahuan para pembudidaya tentang pakan yang tepat serta cara pencegahan penyakit masih terbatas, sehingga produktivitas budidaya belum optimal.

Melalui pelatihan ini, Universitas Airlangga berusaha memberikan solusi dengan mengenalkan probiotik sebagai agen biologis yang dapat mendukung kesehatan ikan dan lingkungan budidaya. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang menguntungkan ikan, membantu memperbaiki keseimbangan mikroba di usus, serta meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit.

Manfaat dan Aplikasi Probiotik

Hapsari menjelaskan kualitas air yang buruk, penyakit, dan rendahnya efisiensi pakan menjadi masalah utama budidaya ikan. Masalah-masalah ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya apabila tidak segera diatasi. Probiotik menjadi solusi yang efektif karena bermanfaat memperbaiki kualitas air dengan menguraikan limbah organik seperti amonia, meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, dan membantu menjaga kesehatan ikan tanpa harus menggunakan antibiotik yang dapat merusak lingkungan.

Penggunaan antibiotik dalam budidaya ikan sering diandalkan, namun memiliki efek samping seperti resistensi bakteri dan pencemaran lingkungan. Pemilihan probiotik yang lebih alami dan ramah lingkungan kini menjadi alternatif yang lebih aman.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan dua bentuk probiotik yang telah tersedia di pasaran, yaitu probiotik cair dan probiotik padat. Hapsari juga menjelaskan tiga cara utama aplikasi probiotik, yaitu melalui suplementasi pada pakan, bioenkapsulasi melalui pakan alami, dan penebaran langsung ke media budidaya. Sebelum digunakan, probiotik perlu diaktifkan dengan mencampurnya menggunakan molase sesuai dosis yang dianjurkan.

Antusiasme dan Rekomendasi Lanjutan

Pelatihan ini disambut sangat antusias oleh para pembudidaya Desa Busung. Sepanjang acara, peserta aktif berinteraksi dengan pemateri. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan mengenai manfaat probiotik, cara pengaplikasiannya, dan cara mendapatkannya. Banyak dari peserta yang mengaku belum pernah mendengar atau menggunakan probiotik sebelumnya, sehingga informasi yang diberikan sangat bermanfaat.

Untuk memperdalam pemahaman, narasumber juga memperlihatkan video tutorial cara mengaplikasikan probiotik pada pakan dan media budidaya, yang sangat membantu peserta dalam memvisualisasikan prosesnya.

Foto bersama peserta dan

Dari hasil pelatihan ini, disimpulkan bahwa pengenalan probiotik pada budidaya ikan kerapu di Desa Busung merupakan langkah yang sangat positif. Ke depannya, pelatihan lebih lanjut diusulkan untuk dilakukan secara berkelanjutan, agar para pembudidaya dapat memanfaatkan probiotik secara maksimal dan meningkatkan keberhasilan budidaya mereka. Program pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi para pembudidaya ikan kerapu di wilayah tersebut.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water 

Penulis: Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si.

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *