KABAR FIKKIA – Konservasi ikan endemik perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati. Mencegah kepunahan spesies yang hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu. Serta mempertahankan keseimbangan ekosistem perairan yang rentan terhadap gangguan lingkungan dan aktivitas manusia. Dosen Prodi Akuakultur FIKKIA UNAIR Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si. bersama Tim Konservasi Ikan Betta Burdigala, melakukan beragam kegiatan konservasi ikan langka Bangka Belitung.
Kegiatan konservasi meliputi captive breeding, restocking, audiensi dengan Pemkab Bangka Selatan, inisiasi Suaka Ikan di Desa Pergam, Kab. Bangka Selatan, dan kuliah tamu di Universitas Bangka Belitung. Kegiatan berlangsung akhir April 2025.
Pembentukan Suaka Ikan Desa Pergam
Ikan cupang burdigala (Betta burdigala) merupakan ikan hias endemic Pulau Belitung. Ikan cantik tersebut saat ini tercatat berstatus terancam punah (critical endangered) menurut IUCN. Persebaran Betta burdigala terbatas hanya di perairan rawa Kabupaten Bangka Selatan saja. Adanya Suaka Ikan Desa Pergam diharapkan dapat melestarikan keberadaan Betta burdigala di habitat aslinya.
Darmawan, yang juga penggemar sekaligus pembudidaya ikan cupang sangat tertarik terlibat dalam kegiatan konservasi. Terutama dalam upaya pembiakan dan pemuliaan plasma nutfah Betta burdigala. Peran serta Pemkab Bangka Selatan bersama warga juga krusial dalam menjaga ekosistem perairan yang sehat.
Inisiasi pembentukan Suaka Ikan Desa Pergam menjadi wadah kolaborasi Warga, Pemkab Bangka Selatan, Universitas Bangka Belitung, Universitas Airlangga, Dr. Shengrong Nathaniel Ng (SHOAL), serta komunitas lokal dalam mewujudkan lingkungan konservasi berkelanjutan. Mereka bersama sama melakukan penjelajahan, mengeksplorasi, dan pencatatan keanekaragaman ikan air tawar,
Keanekaragaman hayati yang tinggi terutama pada komoditas ikan endemik menjadi kekayaan yang potensial untuk dikembangkan. Salah satunya menjadi komoditas ekspor ikan hias melalui kegiatan akuakultur. Hal ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk keberlanjutan dalam menjaga kelestarian hayati serta dapat meningkatkan nilai ekonomi pada masyarakat di Provinsi Bangka Belitung.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water dan ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Farah Novita
Editor: Avicena C. Nisa
