FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dosen FIKKIA Terpilih Kembali sebagai Ketua IAKMI Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Cabang Banyuwangi sukses menggelar Musyawarah Anggota pada Jumat (7/10/2025) di smart classroom Kampus Mojo FIKKIA. Pertemuan strategis ini menghasilkan keputusan penting mengenai estafet kepemimpinan serta mematangkan rencana kerja kolaboratif untuk peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah Banyuwangi.

Agenda pemilihan Ketua dan Ketua Terpilih dihadiri sejumlah perwakilan Dinas Kesehatan, RSUD Blambangan, dan RSUD Genteng. Perwakilan dari institusi pendidikan kesehatan seperti STIKES Banyuwangi, STIKES Rustida, Universitas Bakti Indonesia, serta kehadiran PC Fatayat NU Banyuwangi. Kehadiran para perwakilan lintas sektor menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring kegiatan kesehatan di tingkat lokal.

Estafet Kepemimpinan Demi Program Berkesinambungan

Musyawarah ini menjadi momen krusial untuk melaksanakan regenerasi kepengurusan. Ketua IAKMI, Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc.,Ph,D., terlebih dahulu menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan selama periode 2022-2025. Wakil Dekan III FIKKIA itu telah memimpin IAKMI cabang Banyuwangi selama dua periode. Oleh karena itu diperlukan estafet kepemimpinan untuk jalannya program yang berkesinambungan. Nantinya musyawarah akan menentukan ketua dan ketua terpilih IAKMI 2025-2029.

Melalui forum musyawarah mufakat yang melibatkan 24 anggota dan pengurus yang hadir, IAKMI Banyuwangi secara resmi menunjuk Ivan Rahmatullah, dr.,MPH. sebagai Ketua terpilih. Penunjukan ini disambut baik sebagai langkah proaktif IAKMI dalam menjamin kesinambungan program kerja di masa depan, utamanya dalam mendorong agenda kesehatan masyarakat yang lebih inovatif. Sedangkan peran Susy sebagai ketua akan tetap mendampingi sebagai Ketua Aktif transisi.

Fokus Kolaborasi dan Inklusi Anggota

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam musyawarah adalah pentingnya inklusi dan peran aktif komunitas dalam IAKMI. Organisasi lain membuka pintu lebar bagi masyarakat yang tidak memiliki latar belakang kesehatan masyarakat atau praktisi kesehatan. Susy menegaskan setiap masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan dapat bergabung dengan IAKMI.

“Siapa saja yang memiliki kepedulian aktif terhadap bidang kesehatan di Banyuwangi. Masyarakat umum wilayah Banyuwangi didorong untuk menjadi anggota biasa dan berkontribusi langsung.” Ungkap Susy

Guna mendekatkan program IAKMI kepada warga, terutama para ibu sebagai garda terdepan keluarga, IAKMI secara khusus menyambut baik kehadiran dan peran Fatayat. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak efektif dalam menangani isu kesehatan prioritas, seperti penurunan angka stunting di Banyuwangi.

Sebagai langkah selanjutnya, kepengurusan baru berfokus pada monitoring Sistem Pelaporan dan Pengelolaan Gizi (SPPG), dan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) di Banyuwangi. IAKMI berkomitmen mengawal implementasi program kesehatan yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat Banyuwangi. Sejalan dengan visi kampus FIKKIA yang berorientasi pada kolaborasi dan kontribusi nyata di bersama komunitas.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnerships for the Goals

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *