KABAR FIKKIA – Prima Ayu Wibawati, drh., M.Si. mewakilkan Program Studi S1 Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam Seminar dan Lokakarya Kesehatan Masyarakat Veteriner 2025. Menjadi salah satu bukti keaktifan FIKKIA UNAIR dalam kancah pengembangan keilmuan veteriner di Indonesia saat ini.
Kegiatan berlangsung selama empat hari. 4 -5 Oktober berlangsung secara daring. Sedangkan pada 17-18 Oktober bertempat di Inna Sindhu Beach Hotel Sanur, Denpasar, Bali. Acara yang diinisiasi Forum Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia itu turut menghadirkan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan dan Ketua Asosiasi Kesmavet Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki divisi kesehatan masyarakat veteriner. Mulai dari FKH Universitas Syiah Kuala, SKHB IPB University, FKH Universitas Gadjah Mada, FKH Universitas Udayana, FKH Universitas Wijaya Kusuma, FKH Universitas Pendidikan Mandalika, FKKH Universitas Nusa Cendana, FKH Universitas Airlangga, dan PSKH FIKKIA Universitas Airlangga. Lalu ada FKH Universitas Brawijaya, PSKH Universitas Padjajaran, PSKH Universitas Riau, dan PSKH Universitas Negeri Semarang.
Diskusikan Ranting Ilmu Kesmavet
Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner FIKKIA, Prima Ayu Wibawati, drh., M.Si. mengatakan sebelum PSKH FIKKIA berdiri secara mandiri, dirinya telah terlibat aktif dalam asosiasi semenjak Program Studi Kampus Kedokteran Hewan K. Banyuwangi berdiri sebagai PDD maupun PSDKU. Forum menjadi agenda dalam merumuskan dan menentukan ranting ilmu kesehatan terbaru. Hal tersebut dalam mendukung implementasi PERMENDIKBUD 154 tahun 2014 Tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Gelar Lulusan dan dan PERMENDIKBUD Nomor 44 Tahun 2024 yang berkaitan dengan profesi karir dosen.

Saat ini terdapat dua asosiasi yang berkaitan erat dengan kegiatan dalam Forum Dosen Kesmavet Indonesia. Yaitu Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia serta Asosiasi Epidemiologi dan Ekonomi Veteriner Indonesia. Dua ranting ilmu tersebut wajib ada dan diajarkan kepada mahasiswa Kedokteran Hewan yang ada di Indonesia. Tak hanya itu, dosen setiap program studi yang bergelut pada bidang kesmavet juga dihimbau untuk bergabung dengan asosiasi dalam rangka mempererat, penyesuaian kurikulum, dan update keilmuan bersama.
Penyeragaman Kurikulum Nasional Kesmavet
Pertimbangan penggunaan UKMPPDH sebagai syarat lulus menjadi dokter hewan mendorong penyatuan kurikulum kesehatan masyarakat veteriner secara nasional.
Diharapkan seluruh pendidikan profesi kedokteran hewan membuat kurikulum kesmavet yang menerima pokok bahasan yang sama agar bisa menjawab dengan baik dan benar. Meliputi seluruh mata kuliah higiene pangan, kesmavet, zoonosis, legislasi, etika, one health, dan kesehatan lingkungan. Rumpun ilmu harus tertuang mengikuti capaian lulusan berdasarkan AKFHI dan WOAH. Forum memutuskan Capaian Pembelajaran yang penting agar dapat membuat soal seragam dan selaras. Topik yang ditentukan harus sudah diberikan oleh pengampu dan materi bisa dikembangkan dengan keunggulan PSKH tersebut
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
