KABAR FIKKIA – Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) tengah menjalani asesmen lapangan oleh asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Proses tersebut dilakukan selama empat hari kedepan, mulai Selasa (16-18/12/2025) di Kampus Mojo, Giri, Sobo, serta mitra yang menjadi wahana pembelajaran pendidikan dokter kedepannya. Tim asesor yang terdiri dari Prof. Dr. dr. Eryati Darwin, PA(K) (Universitas Andalas); Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes (Unika Atma Jaya); dr. Bermansyah, Sp.B(K)FCSI. SpBTKV(K)VE (Universitas Sriwijaya); dan dr.Irwin Aras, M.Epid.,M.Med.Ed (Universitas Hasanuddin) meninjau langsung kesiapan FIKKIA melaksanakan pembelajaran pendidikan dokter di Banyuwangi.

Kegiatan awal itu dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Jajaran Pimpinan UNAIR, stakeholder, dan mitra. Dekan FIKKIA Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) menyambut kedatangan tim asesor di Aula Kampus Mojo. Termasuk RSUD Blambangan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, RSUD Genteng sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), BBKSDA JATIM, dan mitra puskesmas.
“Kami mohon masukannya agar proses kedepan berjalan baik. Sesuai standar-standar yang telah berjalan di Universitas Airlangga”. Ungkap Dekan FIKKIA
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR Prof Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr.,SpOG.,Subsp. Urogin-RE juga menyatakan dukungan terhadap berjalannya Prodi Kedokteran FIKKIA.
“Dukungan dan persiapan pendirian Prodi Kedokteran di Kampus Banyuwangi telah ada sejak 2020. Kami memahami kebutuhan dokter sangat tinggi terutama di daerah. Persiapan dokumen telah dilakukan hampir dilakukan setiap hari. Kami ingin ini berdiri betul betul sesuai syarat yang berlaku. Kami berharap perjuangan yang sudah dilakukan pada periode sebelumnya terus berlanjut”. Ungkapnya
Tentu saja tim micro teaching FK di Surabaya telah melakukan pendampingan selama 3 semester ini. Hingga Prodi Kedokteran Kampus Banyuwangi bisa menjalankan secara mandiri. Harapannya, pendidikan dokter di Banyuwangi sama kualitasnya dengan di Surabaya. Karena pada dasarnya sama sama berada di satu naungan Universitas Airlangga
Senada dengan pernyataan dua Dekan sebelumnya Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, mendukung berlangsungnya pendidikan dokter di tanah Blambangan. Masyarakat telah merasakan dampak adanya FIKKIA di Banyuwangi, terutama dari aspek kesehatan. Mulai permasalahan Covid-19, stunting, pemenuhan gizi dan kesehatan dasar, hingga pengabdian masyarakat yang dilakukan civitas akademik hingga ke sudut daerah.
Perwakilan Asesor LAM-PTKes dr. Bermansyah, Sp.B(K)FCSI. SpBTKV(K)VE menyampaikan apresiasinya atas dukungan para stakeholder. Baik dari internal UNAIR, Pemkab Banyuwangi, maupun mitra yang hadir menjadi potret penilaian para asesor. Jika sebelumnya menggunakan penilaian kuantitatif yang diukur berdasarkan ada atau tidaknya instrumen, maka akreditasi saat ini juga melihat aspek kualitatif. Asesor menilai dengan menelusuri kebenaran data instrumen yang diberikan. Mulai dari kesiapan FIKKIA sebagai kampus penyelenggara, mahasiswa, hingga wahana praktik mahasiswa kedepannya.
Penulis: Avicena C. Nisa
Editor: Tasya Ramadhan
