KABAR FIKKIA – Kelompok PKL 3 Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pola Makan Sehat bagi 250 siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 3 Kalipuro pada Jumat, (30/01/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pola makan sehat sejak remaja. Terutama dalam menyikapi kebiasaan jajan sembarangan dan tingginya konsumsi minuman manis di lingkungan sekolah.
Sosialisasi difokuskan pada pemahaman pola makan sehat serta identifikasi kebiasaan makan tidak sehat yang sering dilakukan remaja. Perilaku makan tidak sehat seperti mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta minuman kemasan bergula. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus.
Siswa diberikan edukasi mengenai bahan tambahan pangan berbahaya yang kerap ditemukan pada jajanan dan makanan olahan. Melalui materi ini, siswa diajak untuk lebih cermat dalam memilih makanan serta memahami dampak kesehatan akibat konsumsi bahan tambahan pangan secara berlebihan.
Batasi GGL dan Biasakan Minum Air Putih
Kemenkes RI telah menganjurkan konsumsi GGL (Garam, Gula, dan Lemak) per hari untuk mencegah kejadian penyakit tidak menular. Yaitu konsumsi gula maksimal 4 sendok makan/hari, garam maksimal 1 sendok teh, dan lemak maksimal 5 sendok makan. Edukasi ini dikaitkan langsung dengan upaya pencegahan penyakit diabetes, hipertensi, dan gastritis, sehingga siswa memahami bahwa risiko penyakit tersebut dapat dicegah sejak usia remaja melalui perubahan pola makan.
Dalam penyampaiannya, Kelompok PKL 3 menekankan pentingnya membiasakan konsumsi air putih sebagai pilihan utama. Penekanan ini diberikan mengingat tingginya minat siswa terhadap minuman manis karena rasa dan kemasan yang menarik. Air putih berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Selain menghilangkan haus, air putih berperan menjaga fungsi organ, mendukung berbagai proses biologis tubuh, serta menjaga fokus dan konsentrasi.
Untuk meningkatkan partisipasi, kegiatan dikemas melalui metode edukasi interaktif berupa game dan kuis. Melalui pendekatan komunikatif siswa tampak antusias, aktif menjawab pertanyaan, dan berinteraksi dengan pemateri sehingga suasana sosialisasi berjalan hidup dan komunikatif.

Kepala SMP Negeri 3 Kalipuro Dwi Hindarti Lasmisari, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan edukasi kesehatan di sekolah. Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik, tetapi juga dalam membentuk perilaku hidup sehat siswa.
“Sebagai guru, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kesehatan murid. Kegiatan sosialisasi seperti ini sangat kami dukung karena dikemas secara menarik dan mudah diterima oleh siswa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa siswa SMP Negeri 3 Kalipuro masih cenderung gemar mengonsumsi minuman kemasan bergula. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa lebih memahami dampak pola makan tidak sehat dan mulai menerapkan kebiasaan makan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kelompok PKL 3 berharap siswa SMP Negeri 3 Kalipuro tidak hanya memahami konsep pola makan sehat, tetapi juga mampu menerapkannya sebagai langkah preventif untuk mencegah hipertensi dan gastritis sejak dini.
Penulis: Nurlailia Resa Cahyani
Editor: Avicena C. Nisa
