FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Edukasi tentang Hipertensi Dini, Mahasiswa KESMAS FIKKIA Skrining Kesehatan Remaja

KABAR FIKKIA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, delapan mahasiswa Epidemiologi Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR menyelenggarakan kegiatan Skrining Kesehatan di SMK PGRI 2 Giri, Banyuwangi. Kegiatan berlangsung Selasa–Rabu (12–13/11/2025), kepada 100 siswa kelas X, XI, dan XII. Skrining bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap risiko hipertensi serta pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.

“Remaja sering merasa sehat, padahal hipertensi bisa muncul tanpa gejala. Kami berharap setelah skrining ini, siswa semakin peduli untuk rutin mengecek tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat.” Jelas ketua pelaksana, Stevin Devas Taragitha (KESMAS 22)

Fakta Hipertensi Remaja

Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala pada sebagian besar penderitanya. Namun diamnya hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Meski identik dengan usia dewasa, hipertensi kini mulai banyak ditemukan pada kelompok remaja.

Tren nasional menunjukkan kenaikan kasus pada usia muda. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada usia 18–24 tahun mencapai 10,7%. Kondisi ini disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, stres tinggi, serta minimnya kebiasaan pemeriksaan tekanan darah. Melihat fenomena tersebut, sekolah menjadi tempat strategis untuk menjangkau remaja dan melakukan deteksi dini.

Pemeriksaan Kesehatan: TB, BB, dan Tekanan Darah

Pada kegiatan skrining di SMK PGRI 2 Giri, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan. Diawali dengan pengukuran tinggi badan (TB), pengukuran berat badan (BB), penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh), dan pemeriksaan tekanan darah.

Pengukuran tinggi badan siswa. Sumber: Istimewa

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Selain mendapatkan hasil pemeriksaan langsung, mereka juga memperoleh informasi mengenai status kesehatan masing-masing, termasuk kategori tekanan darah dan IMT.

Siswa tidak segan bertanya informasi seputar risiko hipertensi. Sumber: Istimewa

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka menilai skrining kesehatan membantu siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak remaja.

“Dengan kegiatan seperti ini, siswa bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Edukasi semacam ini sangat penting agar mereka tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga sadar akan kesehatan tubuhnya.” Ujar Wahyudi, Kepala Sekolah SMK 2 PGRI Giri.

Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif bertanya mengenai hasil pemeriksaan, cara menjaga tekanan darah tetap stabil, hingga tips menjaga berat badan ideal.

Bangun Kesadaran Sejak Dini

Kegiatan skrining kesehatan diharapkan menjadi langkah awal dalam mengurangi risiko hipertensi pada remaja. Pemeriksaan rutin, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres menjadi kunci utama mencegah meningkatnya angka hipertensi di masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa FIKKIA UNAIR dalam mendukung SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dengan mendorong masyarakat khususnya remaja untuk hidup sehat.

Penulis: Muhammad Ridwan

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *