
Piroxicam, obat antiinflamasi nonsteroid, sering digunakan untuk menginduksi peradangan pada model eksperimental inflammatory bowel disease (IBD) karena kemampuannya memodulasi sistem imun, merusak barier mukosa, dan meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS).
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum var. solo garlic) (SGE) terhadap gambaran histopatologi hati, kadar superoxide dismutase (SOD), dan malondialdehyde (MDA) pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar yang diinduksi piroxicam.
Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 30 ekor tikus jantan berumur 2 bulan dan bobot 150–200 gr. Terbagi menjadi 5 perlakuan kelompok yaitu kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (piroksikam 20 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan yang menerima kombinasi piroxicam 20 mg/kgBB dengan SGE dosis 75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 125 mg/kgBB.
Piroxicam diberikan secara oral untuk induksi inflamasi, dilanjutkan dengan pemberian SGE selama 14 hari. Gambaran histopatologi hati dinilai menggunakan metode skoring, sedangkan kadar SOD dan MDA diukur dengan metode ELISA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGE mampu memperbaiki kerusakan histopatologi hati, meningkatkan kadar SOD, serta menurunkan kadar MDA. Dengan demikian, SGE memiliki potensi sebagai antioksidan dalam menurunkan stres oksidatif pada model IBD terinduksi piroxicam, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap mekanisme molekuler secara lebih mendalam.
Baca artikel lengkap di sini
Penulis: Maya Nur Wantanti Yunita drh., M.Si. dan Bodhi Agustono, drh., M.Si.
Infografik: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
