
Mastitis di Banyuwangi disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan, manajemen, dan sosial-ekonomi. Pada musim hujan, kandang yang lembap dan alas tidur basah meningkatkan kontaminasi ambing serta melemahkan kulit puting, membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Sebagian besar peternak skala kecil dengan sumber daya terbatas, sehingga pengelolaan mastitis sering bersifat reaktif. Kurangnya pengetahuan tentang mastitis subklinis, SCC, dan CMT serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga memperburuk masalah, termasuk munculnya S. aureus resisten.
Penanganan mastitis membutuhkan intervensi yang sesuai konteks dan terjangkau. Edukasi peternak tentang kebersihan memerah, sanitasi peralatan, dan deteksi dini menggunakan CMT penting untuk mencegah infeksi. Perbaikan sederhana pada lingkungan kandang, seperti ventilasi, drainase, dan pembuangan kotoran rutin, juga efektif. Pengelolaan antibiotik yang bijak serta kolaborasi antara peternak, dokter hewan, penyuluh, dan pemerintah lokal menjadi kunci keberlanjutan. Dengan strategi ini, prevalensi mastitis dapat ditekan, kualitas susu meningkat, dan sektor kambing perah Banyuwangi lebih berkelanjutan.
Baca artikel selengkapnya Environmental and Management Risk Factors for Goat Mastitis in Banyuwangi | Journal of Basic Medical Veterinary
Penyusun infografik
- Amung Logam Saputro, drh., M.Si.
- Ragil Angga Prastiya, drh., M.Si.
- Ratih Novita Praja, drh., M.Si.
- Azhar Burhanuddin, S.KH
