FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA Didampingi LIPJPHKI Siapkan Artikel Ilmiah Siap Publikasi Internasional

KABAR FIKKIA – Menulis artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi bukan hanya soal menyajikan data, melainkan seni meyakinkan editor dan reviewer global. Hal ini menjadi inti sari materi yang disampaikan oleh Dr. Windarto, Koordinator Bidang Insentif Publikasi Karya Ilmiah (LPJPHKI), pada sesi kedua Workshop Peningkatan Mutu Akademik di FIKKIA UNAIR, Rabu (3/12/2025).

​Di hadapan para dosen dan mahasiswa yang tengah menyiapkan naskah publikasi, Dr. Windarto mengupas tuntas tahapan krusial dalam penyiapan manuskrip. Ia menekankan bahwa banyak naskah bagus tertolak hanya karena tidak mengikuti standar teknis yang diminta.

​“Hal pertama yang harus diperhatikan adalah Novelty atau kebaruan. Apa yang membedakan riset Bapak/Ibu dengan riset yang sudah ada di Eropa atau Amerika? Itu harus tertuang jelas di pendahuluan,” ujar Dr. Windarto.

​Ia kemudian menjelaskan secara teknis struktur penulisan standar internasional yang sering disebut IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Menurutnya, bagian Discussion (Pembahasan) seringkali menjadi titik lemah penulis Indonesia karena cenderung hanya mengulang hasil, bukan mendialogkan temuan dengan teori atau penelitian terdahulu.

Selain aspek substansi, Dr. Windarto juga mengingatkan peserta mengenai aspek teknis yang bersifat fatal jika diabaikan. Ia menjelaskan tentang pentingnya mengenali scope (ruang lingkup) jurnal secara spesifik. Mengirimkan artikel ke jurnal yang tidak sesuai bidang, meskipun jurnal tersebut sangat bagus, adalah jalan pintas menuju penolakan.

​“Syarat untuk upload ke jurnal internasional itu ketat. Selain substansi, Bapak/Ibu harus pastikan scope jurnalnya sesuai. Jangan kirim artikel kesehatan masyarakat ke jurnal teknik, pasti langsung rejected,” pesannya.

​Lebih jauh, Dr. Windarto juga mengingatkan detail-detail kecil yang vital, seperti kualitas bahasa Inggris (proofreading), konsistensi gaya selingkung (citation style), hingga kelengkapan ethical clearance bagi penelitian yang melibatkan subjek makhluk hidup.

​“Jangan takut mencoba. Rejection itu biasa, yang penting adalah bagaimana kita merevisi dan memperbaikinya sesuai masukan reviewer. Dengan strategi yang tepat, saya yakin dosen FIKKIA mampu menembus jurnal skala internasional yang berkualitas,” tutupnya memotivasi peserta.

​Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *