FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA UNAIR Dorong Pencegah Stunting Lewat Airlangga Community Development Hub 2025

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kesehatan dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2025. Kegiatan berlangsung pada Rabu-Minggu (17–19/9/2025) di Provinsi Kepulauan Riau, mencakup wilayah Bintan dan Batam, serta melibatkan hampir seluruh fakultas di Unair. ACDH yang telah berjalan sejak 2022 hadir sebagai wujud kepedulian perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kesehatan di daerah kepulauan melalui pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes., menjadi salah satu pemateri utama. Jayanti menjadi narasumber kunci dalam pelatihan kader Posyandu di Puskesmas Belakang Padang, Batam. Materi yang diberikan fokus pada pencegahan stunting, mulai dari pemahaman mendasar tentang definisi, tanda dan gejala, hingga keterampilan deteksi dini yang sangat penting untuk dilakukan di tingkat keluarga dan posyandu.

Jayanti memberikan penyuluhan kepada kader posyandu Belakang Pandang. Sumber: Istimewa

Kampanyekan Cegah Stunting dan Perilaku Sehat

Seminar memberi dampak signifikan bagi para kader posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Banyak kader mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih terstruktur dan aplikatif tentang stunting dan faktor penyebabnya. Dengan pengetahuan ini, kader diharapkan mampu mengedukasi masyarakat secara tepat, serta mendeteksi risiko stunting sejak dini.

Selain stunting, Jayanti juga mengangkat tantangan sanitasi lingkungan yang masih menjadi masalah krusial di daerah pesisir. Termasuk kebiasaan buang air besar (BAB) dan pembuangan sampah di laut. Situasi ini memengaruhi kualitas air bersih masyarakat yang sebagian besar mengandalkan air tadah hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Air laut yang telah difilter sering enggan diminum karena masyarakat menyadari masih adanya perilaku BAB sembarangan di perairan sekitar.

Melalui kolaborasi FIKKIA dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Keperawatan (FKp) Unair, ACDH 2025 berhasil menghadirkan pendekatan komprehensif yang menggabungkan edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, hingga penguatan jejaring lokal. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dan rencana publikasi populer agar ilmu yang dibagikan dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

“Kami tidak sering mendapat pelatihan seperti ini, kami sangat senang bapak ibu bisa hadir disini” ujar Atika, salah satu kader posyandu.

Kiprah FIKKIA dalam ACDH 2025 menegaskan posisi fakultas sebagai pionir dalam pengembangan kesehatan masyarakat berbasis bukti dan pemberdayaan lokal. Dampak nyata dari kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran kader posyandu di daerah kepulauan dalam pencegahan stunting, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang sehat.

Sosialisasi ini menunjukkan dedikasi nyata dalam mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan Indonesia. khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah tertinggal dan sulit dijangkau.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *