KABAR FIKKIA – Digitalisasi kini mulai merambah sektor peternakan pedesaan. Program Studi S1 Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melakukan terobosan baru. Tim pengabdian masyarakat melaksanakan pengembangan peternakan desa melalui pemetaan digital berbasis Geographic Information System (GIS) di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Hingga berita ini diterbitkan pada Jumat (10/10/2025) tim pengabdian masyarakat telah merilis peta sebaran jenis ternak di Dusun Rejoagung dan Silirbaru.
Petakan Posisi Peternakan
Kegiatan yang berlangsung sejak bulan Juni 2025 menjadi upaya membangun ekosistem data digital yang bisa dimanfaatkan peternak dalam jangka panjang. Faisal Fikri, drh., M.Vet. sebagai ketua pelaksana tim pengabdian masyarakat menjelaskan melalui pendataan presisi dan titik koordinat GPS berhasil memetakan potensi peternakan berdasarkan lokasi. Secara garis besar tim telah mendata posisi peternakan ruminansia baik sapi, domba, maupun kambing. Dengan digitalisasi posisi peternakan secara real-time akan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi, bahkan peluang bisnis

Data Akurat, Ekonomi Peternak Lebih Tertata
Tim pengabdian masyarakat FIKKIA turut menggandeng mahasiswa, kelompok ternak lokal, dan aparatur desa untuk mendata peternakan dari pintu ke pintu. Pendekatan tersebut untuk mengumpulkan data lebih rinci dan personal melalui komunikasi langsung dengan pemilik ternak. Selain itu, pencatatan data GPS setiap kandang ternak memungkinkan visualisasi digital melalui peta desa peternakan yang terintegrasi. Dengan pemetaan digital ini, pengelolaan peternakan desa bisa diarahkan secara lebih efisien.
Data produksi dan hasil samping seperti limbah ternak kini menjadi sebuah peluang usaha.Pengolahan hasil samping peternakan menjadi sumber pendapatan baru. Limbah bisa jadi pupuk organik, biogas, bah upaya membangun ekosistem data digital yang bisa dimanfaatkan peternak dalam jangka panjang. Melalui pendataan presisi dan titik koordinat GPS, tim UNAIR berhasil memetakan potensi peternakan secara menyeluruh.
Langkah Awal Menuju Desa Peternakan Modern
Pemetaan digital ini bukan sekadar proyek jangka pendek. Hasil data menjadi pondasi program-program lanjutan baik dari sisi pemberdayaan, riset, maupun pelatihan teknologi tepat guna bagi peternak. Bahkan, data ini bisa menjadi akses awal menuju inklusi keuangan dan permodalan peternakan melalui platform digital atau kemitraan. Program itu juga sejalan dengan visi Universitas Airlangga dalam menjalankan program kampus berdampak yang secara nyata menyentuh masyarakat. Dengan digitalisasi, kita tidak hanya mencatat, tetapi membangun sistem. Dan sistem ini harus bisa berdampak pada kesejahteraan peternak.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
