BERITA SIKIA – Universitas Airlangga adakan terobosan baru melalui Kompetisi Ilmiah Mahasiswa 2022, dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa terkait kepenulisan ilmiah. Kompetisi ini merupakan kompetisi antar fakultas yang pertamakali diadakan pada tahun 2022. Tujuan diselenggarakannya KIM adalah menghasilkan proposal-proposal dengan substansi yang unggul. Tim yang nantinya memenangkan Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dari masing-masing skema akan mewakili Universitas Airlangga pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.
Baca juga : Enam Tim SIKIA Berhasil Menjadi Finalis KIM UNAIR 2022
Berdasarkan hasil seleksi proposal, 6 tim perwakilan dari SIKIA Universitas Airlangga berhasil lolos menuju babak final.Tim KIM dari SIKIA Universitas Airlangga diberangkatkan dari Banyuwangi pada Jumat malam (4/11/2022).

Acara final Kompetisi Ilmiah Mahasiswa dibuka pada Sabtu (5/11/2022) yang bertempat di auditorium gedung kuliah bersama, Kampus C Universitas Airlangga. Acara final KIM 2022 dibuka langsung oleh Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga, Dr M Hadi Shubhan. Dalam acara pembukaan juga disertai dengan parade bendera fakultas yang diwakili oleh masing-masing mahasiswa dari masing-masing fakultas.
Acara final dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh 105 tim yang terdiri dari:
- KIM-K (15 tim)
- KIM-RE (30 tim)
- KIM-RSH (15 tim)
- KIM-PM (10 tim)
- KIM-PI (5 tim)
- KIM-KI (5 tim)
- KIM-KC (10 tim)
- KIM-VGK (5 tim)
- KIM-GFT (10 tim)

Dimas Ahmad, sebagai kepala divisi PKM Garuda Sakti Banyuwangi yang sekaligus menjadi koordinator dari kontingen KIM SIKIA, menjelaskan persiapan dari kontingen SIKIA.
“Kami dari tim SIKIA sudah mendapatkan surat tugas dari kemahasiswaan Universitas Airlangga kemudian juga didukung oleh kemahasiswaan SIKIA dalam hal fasilitas untuk pergi ke Surabaya. Jadi untuk persiapan dari kami sih lebih ke administrasinya.”
Dimas juga menambahkan,
“Dalam hal persiapan proposal, kami juga mendapatkan bimbingan review proposal oleh dosen pembimbing dari Surabaya untuk memperbaiki proposal kami, kemudian dikumpulkan pada tanggal 2 November kemarin,” ujarnya.
Antusiasme dari tim SIKIA juga bervariasi. Hal ini dijelaskan langsung oleh Dimas.
“Terdapat beberapa tim yang drop karena tidak berekspektasi untuk lolos final. Namun, ada juga beberapa tim yang memang sudah mempersiapkan dengan baik untuk lolos ke final KIM ini sehingga menjadi poin plus untuk SIKIA sendiri.”jelasnya.
Harapan untuk SIKIA dari kompetisi ini juga dijelaskan oleh Dimas selaku koordinator kontingen SIKIA.
“Tentunya harapan kedepannya untuk KIM dari kontingen SIKIA adalah semoga semakin banyak yang berminat dalam kompetisi ini, semakin banyak yang lolos, dan juga dapat membanggakan SIKIA.”
Dewan juri yang bertugas menilai kulitas proposal ilmiah tidak hanya berasal dari internal dosen Universitas Airlangga, melainkan diundang pula dari Institut Teknologi Bandung, UPN, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, PERBANAS, dan Universitas Islam Indonesia.
Author : Ahmad Danang Sagita
Editor : Choirun Nisa
