KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga tengah mempersiapakan diri menghadapi kompetisi kewirausahaan milik Kemendikbud. Pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) menjadi arena pertarungan ide bisnis inkubasi mahasiswa se Indonesia. Oleh karena itu Garuda Sakti memfasilitasi kegiatan pendampingan untuk tim P2MW khususnya FIKKIA. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting pada hari Jumat (01/03/24). Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 30 mahasiswa yang telah terbagi menjadi beberapa tim.
P2MW merupakan program pendanaan kewirausahaan yang mencakup pembinaan, pendampingan, dan pelatihan usaha mahasiswa serta termasuk dalam MBKM (bidang kewirausahaan). Terdapat 13 tim dari UNAIR yang berhasil mendapatkan pendanaan. Satu tim diantaranya diketuai oleh mahasiswa FIKKIA yaitu Reza Adrio (KH 21). Sejauh ini, terdapat delapan tim FIKKIA yang akan mengikuti seleksi internal. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk mempersiapkan tim FIKKIA dalam mengikuti seleksi internal tingkat universitas.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tim yang akan mengikuti program tersebut yaitu mahasiswa aktif jenjang Sarjana yang terdaftar di PDDIKTI maksimal semester 7 saat mengusulkan proposal, setiap kelompok terdiri dari ketua dan anggota dengan jumlah 3-5 mahasiswa, proposal usaha yang diusulkan tidak sedang menerima pendanaan sejenis dari sumber APBN, dan beberapa syarat penting lainnya yang dapat dilihat pada website kesejahteraan.kemdikbud.go.id
Skema P2MW tidak jauh beda dari PKM-Kewirausahaan
Kegiatan pendampingan diisi oleh Kepala Divisi PKM Garuda Sakti, Firrial Eksa (Kesmas 21) beserta anggotanya. Pada tahun sebelumnya alur P2MW tidak jauh berbeda dengan PKM Kewirausahaan (PKM-K). P2MW berfokus pada subtansi dimana anggota divisi PKM melakukan pengembangan dan penyempurnaan ide.
“Masing-masing tim memberikan saran serta masukan yang lebih baik sehingga tercipta ide usaha yang lebih matang”. tutur Firrial dalam presentasinya
Reza Adrio (KH 21) selaku anggota divisi PKM juga turut menjadi pembicara pada pelaksanaan pendampingan tim P2MW. Reza memiliki pengalaman ikut serta P2MW pada tahun 2023. Tips Reza pada seluruh peserta yang hadir untuk mendapatkan pendanaan P2MW adalah faktor konsep dan ide substansial yang harus lebih dimatangkan. Apabila menimbulkan ambigu, maka kecil kemungkinan untuk didanai.
Firrial Eksa berharap dengan adanya kegiatan pendampingan ini, konsep seluruh tim lebih matang dan siap dalam mengikuti P2MW sehingga peluang untuk mendapatkan pendanaan semakin besar. Rencananya pendampingan berikutnya akan dilakukan bersama tim kemahasiswaan Universitas Airlangga, sehingga dapat memacu semangat dan optimisme mahasiswa di FIKKIA.
Penulis: Muhammad Alivio Putra Fajar
Editor: Avicena C. Nisa
