FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Gerakan Muda Peduli dan Tanggap TBC Bentukan Tim PKL 2 FIKKIA UNAIR Diresmikan Lurah Kalipuro

KABAR FIKKIA – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di tingkat akar rumput memasuki babak baru yang lebih terstruktur dan legal. Bertempat di Balai Kelurahan Kalipuro, Lurah Kalipuro resmi mengukuhkan dan melantik Kader GEMPITA (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap TBC) pada Selasa (3/2/2026). Prosesi ini menandai transisi Kader GEMPITA dari inisiatif internal sekolah menjadi komunitas kesehatan yang memiliki legitimasi hukum kuat untuk melakukan deteksi dini di wilayah masyarakat.

​Kegiatan diinisiasi oleh mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga.

Legitimasi dan Roadmap Keberlanjutan Program

​Aspek legalitas menjadi poin krusial dalam acara ini dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) resmi bagi para kader. Tidak hanya berhenti pada pelantikan, tim PKL 2 FIKKIA UNAIR juga menyerahkan Roadmap Keberlanjutan Program kepada pihak kelurahan dan sekolah. Dokumen strategis ini berfungsi sebagai panduan operasional agar Kader GEMPITA tetap aktif dan sistematis dalam melakukan screening TBC meski periode PKL mahasiswa telah berakhir.

​Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIKKIA UNAIR dengan MA Ibrahimy yang diwakili langsung oleh Kepala MA Ibrahimy, Andhi Sukowarto S.Pd. Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen institusi pendidikan dalam mendukung literasi kesehatan dan aksi nyata siswa di lapangan.

Pesan Lurah dan Inagurasi Kader Muda

​Lurah Kalipuro, Salim Syafi’i, dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin. Beliau menekankan pentingnya peran pemuda dalam memutus rantai penularan TBC.

​“Terima kasih kepada mahasiswa PKL 2 FIKKIA UNAIR. Saya berharap Kader GEMPITA ini benar-benar menjadi komunitas kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Kalipuro,” ujar Salim.

​Sebanyak 11 siswa MA Ibrahimy secara resmi mengemban amanah sebagai kader, mereka adalah: Adam, Alan, Afif, Arsyla, Cantika, Duwi, Ikrima, Holisa, Kholisa, Azza, dan Aini. Kehadiran mereka diharapkan menjadi motor penggerak deteksi dini yang proaktif di lingkungan tinggal masing-masing.

Akselerasi Program Kesehatan: Dapur Tensi dan Kalipuro CERAH

​Acara yang berlangsung meriah ini juga menjadi momentum penguatan program kesehatan lainnya di wilayah Kalipuro. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan surat advokasi untuk dua program unggulan:

  1. ​Program Dapur Tensi: Kerja sama dengan Pokja 1 PKK terkait edukasi gizi dan pemantauan tekanan darah.
  2. ​Program Kalipuro CERAH: Kolaborasi dengan SMPN 2 Kalipuro dalam upaya pencegahan hipertensi pada remaja.

​Integrasi berbagai program ini menunjukkan komitmen kolektif antara akademisi, otoritas kelurahan, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Kegiatan ini selaras dengan pencapaian SDGs poin ke-3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan sistem deteksi penyakit berbasis komunitas.

Penulis: Satria Farrely

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *