KABAR FIKKIA – Kamis (29/08/2024), Grand Opening Eduwisata Ecobrick dan Konservasi Penyu di Pulau Santen berlangsung meriah. Proses pengembangan Eduwisata Ecobrick dan Konservasi Penyu telah berlangsung dari dua tahun yang lalu. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR, Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Bank Mandiri Taspen, Skyfarm Glenmore, serta POKDARWIS dan dukungan masyarakat Karangrejo, bahu membahu mewujudkan konsep wisata ekologi dan konservasi di Pulau Santen.
Pembukaan Eduwisata Pulau Santen diramaikan dengan riuh riang anak-anak yang mengikuti perlombaan. Mereka berkonsentrasi menyusun puzzle penyu dari barang bekas yang diolah menjadi ecobrick. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik anak-anak tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah. Para peserta yang berjumlah 20 orang tampak antusias dan bersemangat mengikuti permainan, terlebih karena adanya hadiah menarik bagi pemenang.

Wisata sekaligus edukasi penyu
Chairman Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes. mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini. Beliau menyoroti pentingnya penerapan konsep pentahelix. Yaitu kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media untuk keberhasilan eduwisata. Dosen Kesehatan Masyarakat tersebut juga menekankan, eduwisata memiliki peran sebagai sarana edukasi dan pelestarian lingkungan. Khususnya penyu, yang merupakan spesies yang dilindungi.

Bank Mandiri Taspen selaku mitra kerjasama menyatakan dukungan penuhnya. Melalui Erinto SP Pardede kerjasama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Beliau berharap, kehadiran Eduwisata Ecobrick dan Konservasi Penyu dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan satwa langka
Pelepasan tukik hasil konservasi
Acara puncak ditutup dengan kegiatan pelepasan 500 ekor tukik atau anak penyu di tepi pantai oleh peserta. Pelepasan tukik merupakan simbol harapan keberlangsungan hidup penyu di habitat aslinya. Sore itu menjadi momen yang mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman edukatif bagi anak-anak dan pengunjung, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hadirnya Eduwisata Ecobrick dan Konservasi Penyu diharapkan menjadi ikon baru di Pulau Santen yang menginspirasi banyak pihak untuk terus berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan edukasi generasi muda tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water dan ke-15 Life on Land
Penulis: Aqila Fawziya Mustafa
Editor: Avicena C. Nisa

(1) Comment