BERITA SIKIA – PPK Komikat Konservasi SIKIA UNAIR Desa Tamansari turut melanjutkan ragam aktivitas Banyuwangi Internasional Cultural Heritage & Community Services (BICS) di Banyuwangi. Pada Jumat (08/09/2023) komikat binaan Susy Katikana Sebayang, SP., Msc.,PhD. mengajak peserta BICS yang hadir untuk menikmati keindahan Desa Tamansari sekaligus meneguk segarnya produk baru dari Selaginella. Selaginella merupakan produk olahan tanaman obat keluarga yang dibuat dan dikembangkan oleh mahasiswa SIKIA dan warga Desa Tamansari, Licin, Banyuwangi. Ditemani sejuknya udara pegunungan pagi, peserta BICS mendapatkan pengarahan di Kantor Desa Taman Sari terkait aktivitas konservasi yang akan dilakukan.
Kegiatan BICS mendukung SDGs poin 3 Good Health and Well-Being, 15 Life on Land, poin 13 Climate action, dan poin 17 Partnership For The Goals. Aktivitas konservasi yang dilakukan peserta BICS bersama SIKIA berupa pemetaan TOGA didampingi mahasiswa yang tergabung PPK Komikat Konservasi. Pemetaan penting dilakukan dalam aktivitas konservasi. Peta yang dibuat membantu mahasiswa mengetahui sebaran TOGA, dan menentukan titik lahan yang akan dilakukan penanaman. Penanaman kembali lahan TOGA tentunya membantu warga desa untuk mendapatkan akses pengobatan yang alami, mengembalikan fungsi lahan, sekaligus aksi nyata pencegahan perubahan iklim. Komitmen penduduk dan Pemerintah Desa Tamansari bersama SIKIA dalam mengupayakan kegiatan konservasi terus berlanjut.
Pemetaan TOGA dilakukan dengan berjalan kaki mulai dari meeting point hingga Wisata Alam Sendang Seruni. Dipandu oleh anggota PPK Komikat Konservasi, selama perjalanan para peserta juga dikenalkan dengan beberapa tanaman TOGA di Desa Tamansari.

Sumber: UKIP
Sesampainya mereka di Sendang Seruni, peserta BICS langsung disambut oleh anggota PPK Komikat Konservasi lainnya yang bertugas dalam pembuatan produk. Shinta Tri Ananda sebagai PIC Produksi Produk dengan sigap mengenalkan produk baru Selaginella kepada para peserta. Shinta menjelaskan sajian yang ia ramu saat ini adalah Wedang Telang dan Wedang Secang.
Wedang Telang terbuat dari selaginella yang diseduh bersamaan dengan bunga telang. Sedangkan wedang secang campuran selaginella dan kayu secang. Selaginella adalah sejenis tanaman paku yang dijumpai di hutan Desa Tamansari. Tanaman ini biasa disebut paku cakar ayam karena bentuk daunnya yang bersisik menyerupai kulit cakar ayam. Kombinasi selaginella dan bunga telang yang kaya antioksidan dapat mengembalikan stamina tubuh setelah beraktifitas. Paduan selaginella dan kayu secang berkhasiat sebagai anti radang bagi tubuh.
Peserta BICS tampak sangat antusias ketika melihat proses pembuatan kedua wedang tersebut. Mereka juga turut mencoba membuatnya, salah satunya adalah Salma. Ia menyampaikan perasaan senangnya kepada tim PPK Komikat Konservasi SIKIA.
“Saya sangat senang bisa mencoba membuat wedang saya sendiri. Terlihat sangat cantik penampilannya dan enak rasanya ketika dinikmati” ucapnya.
Cara penyajian wedang ala PPK Komikat Konservasi SIKIA dapat menambah nilai jual produk. Tampilan dan sajian hasil akhir produk yang mimikat mata membuat konsumen seolah mengkonsumsi minuman café kekinian. Sehingga manfaat minuman TOGA tidak hanya hadir dalam bentuk jamu tradisional saja. Inovasi olahan diharapkan menarik pasar kaum muda agar mengkonsumsi dan melestarikan keberadaan TOGA.
Penulis: Gilang Avrilio Akbari
Editor: Avicena C. Nisa
