KABAR FIKKIA – Prodi Akuakultur FIKKIA terus menjalin kerjasama dengan para stakeholder. Kerja sama baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk meningkatkan kolaborasi akademik yang strategis. Awal Septembar, Universiti Malaysia Sabay (UMS) menjalin kolaborasi bersama FIKKIA UNAIR mengadakan Adjunct Professor selama 3 hari, yaitu 2 – 4 September 2024 bertempat di Aula Kampus Mojo, FIKKIA Universitas Airlangga.
Dekan Fakultas Pascasarjana UMS, Prof. Dr. Rossita Shapawi menjalin kerjasama akademik dengan FIKKIA UNAIR untuk serangkaian acara Adjunct Professor. Prof Rosita merupakan peneliti ahli bidang pengembangan pakan dan nutrisi ikan. Beliau dengan senang hati berbagi keilmuan tentang Effects of Supplementation on Immune Response; Organic By-Product; Smart Aquaculture; dan Aquaculture Innovation.
Acara dibuka di Aula Kampus Mojo dihadiri oleh seluruh dosen prodi Akuakultur; Collaboration Team FIKKIA Susy Katikana Sebayang, Ph.D. dan kepala departemen Prayogo, S.Pi., M.P.
Dalam pembukaan tersebut, Bpk. Prayogo, S.Pi., M.P. selaku Ketua Departemen FIKKIA menyambut hangat Prof. Rossita dan menyatakan siap menjalin kerjasama berkelanjutan demi mengembangkan kualitas pengetahuan dan wawasan mahasiswa. Selain itu, Ibu Susy Katikana Sebayang, Ph.D. berharap kerjasama tetap dilanjutkan dan mengembangkan projek akademis lainnya. Dalam pembukaan tersebut, masing-masing civitas academica FIKKIA juga memperkenalkan diri agar komunikasi semakin nyaman selama acara berlangsung.
Penambahan feed additive berpengaruh signifikan pada sistem imun ikan
Hari pertama lecture session membahas efek penambahan suplemen pakan pada imunostimulan ikan. Suplemen adalah bahan yang ditambahkan dalam jumlah sedikit untuk menunjang kualitas pakan. Sistem imun pada ikan dibagi menjadi 2 yaitu imun spesifik dan non spesifik. Sistem imun non spesifik adalah sistem yang sudah ada sejak lahir dan menjadi pertahanan pertama. Contohnya mukus (lendir), kulit, linea lateralis, dan insang. Sistem spesifik adalah pertahanan adaptif pada patogen spesifik, contohnya antigen, sel T dan sel B limfosit. Udang tidak memiliki sistem imun spesifik, sedangkan ikan memiliki.
Cara memeriksa kualitas sistem imun menggunakan tiga metode, yaitu hematologic darah, respon imun humoral (serum antibody), dan produksi sitokin (ELISA dan PCR). Penambahan suplemen pakan berpengaruh pada imunostimulan ikan. Contohnya pemberian vitamin C pada respon imun ikan salmon mengakibatkan pertahanan virus lebih optimal dibandingkan tanpa pemberian vitamin C tanpa memberikan efek samping pada organ lain.

Penelitian lain pada juvenil ikan Tor putitora yaitu penambahan vitamin C pada pakan juga memberikan efek signifikan pada sistem imun. Aktivitas serum lisozim meningkat sehingga lebih tahan pada kondisi lingkungan kurang oksigen. Selain vitamin C, penambahan suplemen juga dilakukan menggunakan vitamin E, mineral, probiotik, prebiotic, dan alga.
Sesi tanya jawab mengundang antusiasme pertanyaan dari audiens, salah satunya datang dari Noerita (Akuakultur 2021) yang menanyakan terkait pengaruh pemberian probiotik yang berlebih terhadap respon imun ikan.
“bukan hanya sahaja probiotik, termasuk amino acid, vitamin c jika jumlahnya berlebih akan menyebabkan suatu hal yang tidak diinginkan seperti oksidasi pada tubuh” jawab Prof. Rossita menanggapinya.
Penulis: Syarifatul Jamil
Editor: Avicena C. Nisa
