KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menggelar kegiatan Hearing Dekanat 2025 yang berlangsung Selasa (20/5/2025) Hearing Dekanat FIKKIA 2025 menjadi program kerja kolaboratif antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kementerian Sosial dan Politik bersama Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FIKKIA. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB di Aula Kampus Mojo itu mengusung tema “Bersama Suarakan Perubahan FIKKIA.” Pertemuan tersebut juga menjadi forum aspiratif yang mempertemukan mahasiswa dengan pimpinan fakultas melalui dialog terbuka, demokratis, dan partisipatif.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan FIKKIA Universitas Airlangga, yaitu Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.(K) (Dekan FIKKIA), Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS.(K) (Wakil Dekan Bidang Akademik), dan Dr. Mufasirin, drh., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Non akademik). Turut hadir pula Prayogo, S.Pi., M.P. selaku Ketua Departemen, Koordinator Program Studi dari S1 Akuakultur, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kedokteran Hewan, dan S1 Kedokteran. Tak hanya itu, hadir pula dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa FIKKIA berbagai angkatan mulai tahun 2022 hingga 2024.
Sampaikan Aspirasi Melalui Forum
Ketua pelaksana Hearing Dekatan 2025, Ayang Gustiana Ayu Prameswari menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan antusiasme seluruh civitas akademika. Ayang menekankan wadah komunikasi dan advokasi mahasiswa dalam mencapai tujuan bersama. Forum akan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk aktif menyuarakan kritik, saran, dan tanggapan terhadap perubahan kebijakan pada tingkat fakultas secara langsung.
“Tujuan diadakannya Hearing Dekanat 2025 ini adalah sebagai salah satu wadah aspirasi mahasiswa FIKKIA Universitas Airlangga untuk membangun dan menjalin hubungan yang harmonis dan kooperatif antara mahasiswa dengan jajaran dekanat,” ujarnya.

Mahasiswa yang hadir memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan beragam isu strategis yang menyangkut kebijakan akademik, kinerja dosen dan tendik, fasilitas belajar, kegiatan organisasi, serta dinamika kehidupan kampus. Perwakilan dari organisasi mahasiswa, komikat, dan badan semi otonom (BSO) juga turut menyampaikan aspirasi yang telah dikumpulkan melalui jaring aspirasi sebelumnya.
Dari pelaksaanan Hearing Dekanat 2025 diharapkan dapat menjadi tonggak penting membangun iklim kampus yang lebih transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Melalui forum pula, diharapkan seluruh masukan dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pihak dekanat melalui penanandatanganan surat komitmen Bersama. Masukan yang dapat diwujudkan akan meningkatkan kualitas akademik dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi.
Penulis: Zahwa Yasmina
Editor: Tasya Ramadhan
