KABAR FIKKIA – Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR baru saja melaksanakan serah terima jabatan kepengurusan periode 2026/2027. Proses berlangsung Minggu (08/03/2026) di Aula Kampus Mojo, mengawali langkah baru HIMAKUA dibawah kepemimpinan Muhammad Nur Bintang (AKUA 23) dan Muhammad Thoriq (AKUA 24). Menggantikan Ryo Al Fandi (AKUA 22) dan Kurnia Maulida Farashovy (AKUA 23) selakua Ketua dan Wakil Ketua HIMAKUA periode sebelumnya.
Ketua HIMAKUA terpilih, Bintang menyampaikan harapan agar seluruh pengurus dapat mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan selama menjalankan kepengurusan.
Kepengurusan HIMAKUA 2026/2027 terdiri dari delapan departemen, yaitu Badan Pengurus Inti (BPI), Badan Pengawas Departemen (BPD), Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Akademik dan Prestasi (AKPRES), Sosial dan Lingkungan (SOSLING), Minat dan Bakat (MIKAT), Media dan Informasi Publik (MEDINFO) dan Ekonomi dan Kreatif (EKRAF).

Filosofi Nama Kabinet AQUANARA
Aquanara dipilih sebagai nama kabinet HIMAKUA 2026/2027. Bintang (AKUA 23) menjelaskan, Aquanara menggambarkan semangat kepemimpinan yang adaptif, dinamis dan memberikan kehidupan. Layaknya air yang terus mengalir tanpa kehilangan arah.
“Seperti air yang menyesuaikan bentuk wadahnya, HIMAKUA diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada.” Ungkap Bintang
Salah satu tantangan utama yang dihadapi kabinet Aquanara saat ini adalah kurangnya regenerasi kepemimpinan serta rendahnya partisipasi aktif mahasiswa akuakultur dalam kegiatan berorganisasi.
Program Prioritas Kabinet AQUANARA
Menjawab tantangan tersebut, kabinet Aquanara menetapkan sejumlah program prioritas. Tujuan berfokus pada penguatan kaderisasi, peningkatan partisipasi anggota, serta pengembangan potensi mahasiswa akuakultur. Program program tersebut dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas diri bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu fokus utama adalah penguatan sistem kaderisasi melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan kepemimpinan dengan menghadirkan narasumber ataupun pemateri yang relevan. Melalui program tersebut, diharapkan muncul calon-calon pemimpin baru yang siap dan mampu dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di masa mendatang.
Kegiatan English club dari tahun sebelumnya juga terus digalakkan untuk mengasah kemampuan berbahasa inggris dan meningkatkan solidaritas antar mahasiswa.
Melalui program prioritas tersebut, HIMAKUA dapat menjadi organisasi yang lebih aktif, progresif serta mampu menjadi wadah pengembangan mahasiswa akuakultur.
Penulis: Tsabita Helmi
Editor: Avicena C. Nisa
