KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menyelenggarakan ICOHS Community Service: One Health in Action di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian International Conference of One Health Synergy (ICOHS) 2026 untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pelepasan pengabdian masyarakat (pengmas) di Kantor Kecamatan Licin melibatkan tujuh mahasiswa internasional dari Aljazair, Pakistan, Bangladesh, dan Tanzania serta mahasiswa FIKKIA lintas program studi.
Pengmas Berbasis Internasional
Dr. Dalla Doohan, Ph.D., selaku Ketua Pelaksana ICOHS Community Service. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FIKKIA Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS (K), M.Ked., serta Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Camat Licin menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat yang melibatkan peserta internasional di wilayah Kecamatan Licin. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai pengalaman baru dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat di daerahnya.
“Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan sejak tahun 2018, namun untuk pengabdian masyarakat berbasis internasional baru dilaksanakan sekarang, sehingga saya merasa sangat terhormat,” ungkap Donny.

Program ICOHS Community Service: One Health in Action mencakup lima topik pengabdian yang mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Topik tersebut meliputi edukasi keselamatan kerja bagi penambang, edukasi cara menyikat gigi yang benar, serta edukasi praktik mencuci tangan yang tepat.
Selain itu, kegiatan mencakup edukasi mengenai injeksi vitamin dan pemeriksaan kesehatan ternak, serta pengarahan mengenai kesehatan ikan dan kualitas air. Kelima topik ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai praktik kesehatan dan keselamatan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui pendekatan One Health, kegiatan ini menekankan keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Keterlibatan mahasiswa internasional dari Aljazair, Pakistan, Bangladesh, dan Tanzania juga membuka ruang pertukaran pengetahuan serta pengalaman lintas negara dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.
Briefing dan Koordinasi Lapangan
Menjaga program berjalan lancar dan kondusif saat turun lapang, panitia membagi peserta ke dalam kelompok berdasarkan empat lokasi studi (study sites) yang telah ditentukan. Setiap kelompok mengikuti pengarahan awal untuk memahami alur kegiatan dan mempersiapkan pelaksanaan program di lokasi masing-masing.

Sesi briefing juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk membangun komunikasi dan menyelaraskan pemahaman sebelum berinteraksi dengan masyarakat. Persiapan ini penting untuk mendukung koordinasi tim selama menjalankan kegiatan pengabdian.
Melalui ICOHS Community Service 2026, FIKKIA UNAIR mengintegrasikan kolaborasi internasional dengan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan One Health. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal isu kesehatan secara lintas disiplin sekaligus memahami keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam konteks masyarakat setempat.
Penulis: Sabitha Helmi
Editor: Avicena C. Nisa