FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Implementasi LKMM-TD FIKKIA 2023 Kenalkan Teknologi AI Pendeteksi Penyakit Ikan

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR kembali melaksanakan proker lanjutan implementasi dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD). Implementasi LKMMTD diselenggarakan oleh kementrian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM-KM FIKKIA.

LKMM TD bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan manajerial organisasi ke mahasiswa yang aktif mengikuti orgaisasi maupun tidak. Membangun karakter dilakukan selagi menjadi mahasiswa. Karakter yang dibentuk selama proses belajar dikampus dapat diaplikasikan dalam organisasi bermasyarakat. Terdapat satu program kerja yang lolos usulan pendanaan.

Menindaklanjuti proposal tersebut, sarahsehan implementasi LKMM TD 2023 diselenggarakan pada Kamis (16/11/2023) di Kampus Giri. Ide yang memperoleh pendanaan berkisar tentang penerapan teknologi akuakultur “Technology Automatic Aquaculture 5.0 Cocus Smartfish Tank”. Sarasehan dihadiri 60 mahasiswa Prodi Akuakultur bersama Darmawan Setia Budi, S.Pi.,M.Si  dan Oka Bayu Pratama selaku CEO PT Cara Tani Digital dan penanggung jawab Cocus.

Pemanfaatan bakteri cocus dan sistem AI

Darmawan menjelaskan bahwa cocus merupakan inovasi budidaya dalam ember dengan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (artificial intelegence). Cocus terinspirasi dari bakteri berbentuk bulat (cocus). Sistem ini nantinya akan memanfaatkan bakteri tersebut dengan aplikasi untuk menangani kelebihan dari bakteri cocus yang ada di perairan.

Tidak hanya itu, cocus juga memiliki fungsi mengatur kualitas air. Implementasi cocus sangat cocok khususnya untuk daerah perkotaan dengan lahan sempit. Cara kerja dari technology automatic aquaculture adalah menyaring kotoran dan mengontrol jumlah bakteri coccus. Selain itu, kecerdasan buatan ini dapat membantu pembudidaya ikan mengenali penyakit ikan yang disebabkan oleh infeksi bakteri coccus.

Kecerdasan buatan (AI) sebagaimana otak terlebih dahulu dilatih mengenali jenis penyakit ikan. AI mengenal data berupa gambar dan memproses menjadi informasi diagnosis penyakit ikan. Awalnya AI akan mengenal gambaran ikan yang terinfeksi bakteri coccus. Mengidentifikasi jenis penyakit sesuai hasil diagnosa yang diberikan oleh praktisi ikan. Infeksi bakteri coccus pada ikan memiliki ciri-ciri sisik yang terlepas, sirip ruptur (patah), pendarahan pada tubuh ikan, dan luka abdomen.

“Konsep cocus jika menerapkan prinsip kenyamanan terhadap hewan terlebih dahulu, jika hewan sudah nyaman maka berimbas pada lingkungan tetap aman. Limbah dari cocus ini akan dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Sistemnya ganti air setiap hari untuk menghindari bau” tambah Oka.

Alif Pradhana, mahasiswa Akuakultur 2023 mengaku senang bisa mengukuti Program Implementasi LKMM-TD tahun ini. Wawasannya tenta potensi perikanan tidak hanya sebatas di perairan saja. Potensi pengembangan ekonomi dan bisnis secara langsung akan menyentuh sektor perikanan. Terutama dibidang bisnis

“Kesan saya mengikuti acara ini benar-benar menyenangkan. Acara ini sangat bermanfaat, karena saya orang awam yang tidak tahu mengenai akuakultur jadi tahu dan melihat potensi bisnis yang sangat besar untuk kedepannya.” ujar Alif saat di wawancarai usai kegiatan

Penulis: Fira Nursyah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *