KABAR FIKKIA – Kabar gembira datang dari program studi Aquaculture, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, pasalnya pada hari Jumat, 1 Maret 2024 Journal of Aquaculture Science (JoAS) telah terindeks oleh DOAJ (Directory of Open Acces Journal). Sebagaimana yang tercantum pada website DOAJ yang menunjukkan bahwa JoAS dengan nomer seri (ISSN) 2550-0910 (print)/2579-4817 (online) telah diterima sebagai jurnal yang termasuk ke dalam DOAJ. JoAS menyusul 2 jurnal FIKKIA (JMV dan JPH-RECODE) yang telah terindeks DOAJ sebelumnya.
JoAS diterbitkan untuk mewadahi publikasi ilmiah mahasiswa dalam bentuk original articles, article reviews, short communications, and technical reports. Riset keilmuan yang diterbitkan di JoAS mencakup budidaya ikan, penyakit dan reproduksi ikan, rekayasa akuakultur, lingkungan, dan bioteknologi. Secara garis besar, fokus dan scopes sebagai media publikasi program studi Aquaculture FIKKIA ataupun instansi lainnya.
Perjalanan setelah terakreditasi Sinta 3
Jurnal yang telah terindeks oleh DOAJ mengindikasikan bahwa jurnal tersebut lebih mudah diakses baik dalam negeri ataupun luar negeri dengan cakupan wilayah lebih luas. Hal tersebut, dapat meningkatkan jumlah visitasi JoAS. Sejak awal pendiriannya pada tahun 2017 JoAS pertama kali menerima indeks Sinta 5, selanjutnya berdasarkan keputusan Kementerian Pedidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada tanggal 01 Agustus 2023 JoAS telah memperoleh predikat Sinta 3. Transisi dari Sinta 3 menuju DOAJ dapat dilakukan bahkan sebelum menerima indeks Sinta 1.
Perjalanan memperoleh indeks DOAJ juga tidak mudah karena setiap jurnal harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Peningkatan kualitas JoAS selalu digencarkan mulai dari meningkatkan visitasi dan memperketat penerimaan artikel yang akan dipublikasikan. Tim editorial berusaha menjaga dan menambah diversitas penulis yang berasal dari berbagai instansi dalam negeri maupun luar negeri. Kriteria reviewer minimal berasal dari 5 benua, menambahkan keragaman tim editor yang berasal dari luar instansi, diversitas tema artikel setiap terbitannya, serta konten website yang harus sesuai dengan standar akreditasi jurnal nasional dan internasional yang berlaku saat ini.
Target selanjutnya yang akan dicapai oleh JoAS yaitu meningkatkan indeks Sinta 3 hingga menuju Sinta 1, dan memperoleh indeks ESCI (Emerging Sources Citation Index). Indeks ESCI merupakan bagian dari Web of Science yang memiliki reputasi setingkat Scopus.
“Target selanjutnya yaitu indeks ESCI, strategi yang akan dilakukan tentu saja meningkatkan kualitas jurnal secara kuantitatif ataupun kualitatif”, tutur Chief Editor JoAS Suciyono, S.St.Pi., M.P. Perlu diketahui ESCI selama ini bersaing bersama Scopus untuk memperoleh predikat atau reputasi jurnal internasional terbaik. Jurnal yang berhasil terindeks ESCI menandakan jurnal tersebut berkualitas tinggi dan memiliki pengaruh yang kuat di bidangnya. Saat ini, itulah yang ingin dicapai oleh JoAS. Kerja keras tim haruslah mendapat apresiasi tinggi karena jurnal sebagai media publikasi utama ilmu pengetahuan.
Penulis: Diva Desmieta
Editor: Avicena C. Nisa
