FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kajian Insidentil Eksternal Kastrat BEM FIKKIA UNAIR Bahas Bahaya Rokok pada Gen Z

KABAR FIKKIA – Kastrat BEM FIKKIA Universitas Airlangga mengadakan Kajian Insidentil Eksternal dengan tema “Gen Z dan Rokok” di Aula Kampus Mojo, FIKKIA, Banyuwangi. Acara yang diselenggarakan Sabtu (19/10/2024) menghadirkan pakar untuk mengupas dampak rokok pada generasi muda, khususnya di Banyuwangi.

Acara dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari Universitas Airlangga, Universitas Bakti Indonesia, Institut Agama Islam Ibrahimy, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer PGRI Banyuwangi, Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi, dan Universitas 17 Agustus 1945.

“Tujuan kami menyelenggarakan acara ini, yaitu semakin maraknya penggunaan rokok, khususnya di kalangan Gen Z pada Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bahaya dan pengobatan, baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif, serta cara pencegahan penggunaan rokok untuk kehidupan sehari-hari,” terang Wahyu Mediana (Akuakultur 2022) dalam sambutannya.

Bahaya Rokok dan Upaya Pencegahan

Materi pertama disampaikan oleh, Haji Amir Hidayat, S.KM, M.Si. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi tersebut mengungkapkan keprihatinannya tentang tingginya angka perokok di usia muda, terutama pada rentang usia 10-18 tahun. Masalah ini perlu diatasi dengan kerjasama semua pihak, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kesadaran dan tindakan bersama sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari bahaya merokok dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dampak merokok tidak hanya dirasakan pada kesehatan manusia, tetapi juga memengaruhi lingkungan secara negatif, melalui pencemaran udara dan limbah puntung rokok yang sulit terurai.

Dampak Medis dan Cara Berhenti Merokok

Pemateri kedua, dr. Dedy Sasongko, Sp.P, dokter spesialis paru dari RSI Fatimah Banyuwangi. Menjelaskan secara mendetail dampak medis serius yang diakibatkan oleh rokok, serta berbagai metode efektif untuk berhenti merokok. Beliau menguraikan bahwa merokok menjadi penyebab penyakit kronis seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kanker paru-paru. Terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan bagi perokok yang ingin berhenti merokok.

Talkshow bersama dr Dedy Sasongko. Sumber: Penulis

Metode pertama adalah berhenti secara seketika, di mana perokok memutuskan untuk tidak merokok lagi secara tiba-tiba dan bertahan dengan keputusan tersebut. Metode kedua, dengan menunda merokok saat dorongan muncul. Menunda keinginan merokok selama beberapa menit hingga keinginan tersebut berangsur-angsur hilang. Metode ketiga dilakukan dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap secara bertahap. Harapannya mengurangi ketergantungan nikotin secara perlahan hingga akhirnya berhenti total.

Dr. Dedy menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan teman-teman serta menggunakan bantuan medis jika diperlukan, seperti terapi pengganti nikotin atau obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala putus zat.

Dengan dukungan dari berbagai institusi pendidikan dan tenaga ahli, acara ini menjadi salah satu upaya nyata untuk mengurangi dampak negatif rokok di kalangan generasi muda Banyuwangi.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *