KABAR FIKKIA – Tonggak kolaborasi dalam Travel Medicine dari Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus berlangsung. Blok unggulan itu akan mendorong mahasiswa mempelajari kasus kesehatan kawasan wisata sekitar Bumi Blambangan. Dalam rangka menyukseskan dan mematangkan persiapan, Kedokteran FIKKIA melakukan kunjungan ke Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah V Jawa Timur, Banyuwangi. Lawatan berlangsung Senin (14/4/2024) dengan diwakili oleh Muhammad Nazmuddin, dr. M.Sc. (KPS Kedokteran FIKKIA) dan Ivan Rahmatullah, dr.,MPH. (PJMK Blok Travel Medicine).
Kunjungan disambut hangat oleh staf BBKSDA Wilayah V Jawa Timur yaitu Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto. Tujuan utama dari kunjungan ini untuk menjajaki kerjasama dalam rangka pelaksanaan field trip mahasiswa Kedokteran FIKKIA ke kawasan wisata Ijen. Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah prosedur keselamatan yang berlaku di kawasan wisata tersebut, terutama yang berkaitan dengan penanganan kejadian kesehatan darurat yang dapat terjadi pada wisatawan. Mengingat kawasan Ijen yang merupakan destinasi wisata alam populer, baik wisatawan domestik maupun internasional, keselamatan pelancong menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Prosedur tersebut sangat penting dalam memberikan tinjauan evakuasi yang berkaitan dengan beberapa kejadian kesehatan penting. Sehingga dapat memetakan berbagai potensi permasalahan kesehatan wisata dan prosedur penyelamatan pasien menuju pelayanan kesehatan secara efektif.
KPS Kedokteran FIKKIA, Muhammad Nazmuddin, dr. M.Sc. mengatakan field trip travel medicine pada semester dua mengajak mahasiswa untuk berinteraksi sambil menilai risiko kesehatan pelancong. Hasil data menjadi bahan kajian dalam memberikan pendampingan pelaku wisata. Termasuk guide dan pedagang terkait prosedur keselamatan dan evakuasi bila terjadi masalah kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaku wisata, termasuk pemandu dan pedagang, memahami betul langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga keselamatan wisatawan,” katanya.
Permohonan izin kawasan wisata ijen untuk field trip mahasiswa kedokteran FIKKIA Banyuwangi mendapatkan respons yang baik. Pertimbangan peningkatan dalam tinjauan keselamatan pelancong dalam berwisata alam merupakan hal yang penting. Dari diskusi yang telah berlangsung BKSDA Wilayah V Banyuwangi akan segera berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Jawa Timur terkait perizinan secara resmi. Lebih lanjut, akan dilakukan pembuatan draft perjanjian kerjasama antara BBKSDA dengan Program Studi S1 Kedokteran FIKKIA tentang pelatihan evakuasi keselamatan dan pelaku wisata.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
