FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kedokteran FIKKIA UNAIR Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Muncar

KABAR FIKKIA – Program Studi Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan field trip dan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) terintegrasi. Kegiatan berlangsung dua hari (6-7/12/2025) di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Banyuwangi. Mahasiswa bersama dosen pendamping Muhammad Nazmuddin, dr., M.Sc; Ivan Rahmatullah, dr.,MPH.,Ph.D; dr. Noviyanti Eka Wardani, Sp.S; dr. Rizki Amalia, Sp., JP.; dr. Yoan Ary Wydianti., Sp.M; dan dr. Citra Dwi N, Sp. T.H.T.K.L. berhasil melakukan pemeriksaan pada 206 nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah pelabuhan.

Pembelajaran Social Aspect of Travel Medicine

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dirancang sebagai bagian dari modul pembelajaran Social Aspect of Travel Medicine bagi 50 mahasiswa semester 3. Seluruh mahasiswa terlibat langsung melakukan anamnesa (wawancara klinis), menangani, pemeriksaan kesehatan. Data dan informasi yang diperoleh selajutnya dioleh untuk memahami pola penyakit dan perilaku kesehatan masyarakat di pesisir.

Tes gula darah acak oleh mahasiswa. Sumber: Istimewa

“Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari modul Social Aspect of Travel Medicine. Mahasiswa diajak untuk melihat langsung bagaimana faktor sosial dan lingkungan mempengaruhi kesehatan para nelayan dan keluarganya,” ungkap Noviyanti, salah satu dosen pendamping.

Posko kesehatan menyediakan layanan skrining yang meliputi Pemeriksaan Kesehatan Mata, Pengukuran Antropometri, Pemeriksaan Kesehatan Kulit, Pemeriksaan Telinga (THT), Tes Fungsi Paru (Spirometri), Pemeriksaan Tekanan Darah (HT), dan Pemeriksaan Gula Darah Acak (GDA).

Warga antusias mengantre pemeriksaan fungsi paru (spirometri). Sumber: Istimewa

Sambutan Baik Warga Muncar

Kecamatan Muncar dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa, Muncar memiliki dinamika sosial dan risiko kesehatan yang unik. Masyarakat pesisir adalah laboratorium lapangan ideal untuk mahasiswa kedokteran mempelajari Travel Medicine. Studi ini memungkinkan pemahaman determinan sosial kesehatan dalam konteks aktivitas nelayan yang mempengaruhi kesehatan komunitas pesisir secara komprehensif.

Acara mendapat sambutan hangat warga Muncar. Tidak ada wawancara formal yang kaku; interaksi berlangsung cair di sela-sela pemeriksaan dan pembagian sembako. Dari celetukan-celetukan santai para nelayan dan ibu-ibu yang hadir, tersirat rasa syukur dan persetujuan mereka terhadap keberlanjutan kegiatan ini. Banyak warga mengaku enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan formal jika tidak benar-benar sakit parah.

“Jarang ke Puskesmas, Mas. Kalau di sini kan enak, sekalian lewat bisa mampir periksa.” Ujar Rudianto, seorang nelayan sembari tertawa kecil.

Suasana keakraban semakin terasa ketika beberapa warga dengan antusias bertanya kepada mahasiswa dan dosen.

“Kapan ada lagi yang seperti ini? Sering-sering saja, Pak, Bu?” Sahut warga lain yang sedang melakukan pemeriksaan.
Pertanyaan sederhana tersebut menjadi indikator keberhasilan kegiatan telah menjangkau hati masyarakat. Temuan dari pemeriksaan kesehatan diharapkan menjadi data dasar bagi penelitian dosen dan mahasiswa untuk merumuskan rekomendasi kesehatan yang lebih baik bagi komunitas nelayan di masa depan.

Penulis: Ivan Rahmatullah, dr.,MPH.,Ph.D

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *