BERITA SIKIA – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi sukses menggelar seminar WDAC x Kelas Klinik dengan tema “Causes and Treatment Feline Lower Urinary Tract Disease”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (6/10/2023) di Ruang G202 Kampus Giri itu menghadirkan dua dokter hewan sekaligus. Mereka adalah drh. Fizri Afriandana, M.Sc selaku Scientific Manager Royal Canin Indonesia dan Amung Logam Saputro sebagai dosen departemen klinik veteriner Kedokteran Hewan SIKIA UNAIR.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi WDAC itu ada pada sesi pertama memberikan kesempatan drh Fizri Afriandana untuk memaparkan materi terkait Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) yang acap kali terjadi pada anabul. FLUTD merupakan kumpulan istilah gangguan urinary tract yang terjadi pada kucing. Prevalensi infeksi dapat disebabkan oleh Urolithiasis, Urinary Tract Infection, Feline Idiopathic Cystitis, Urothial Plug hingga neoplasia. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengetahui penyebab utama FLUTD terlebih dahulu. Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan analisis urin secara makroskopis lewat penampakan warna, bau, kekentalan, pH, refractometer, maupun dipstic. Sedangkan mikroskopis lewat sedimentasi urin, kultur bakteri, pengkristalan, cylindruria, pengecekan darah (Red Blood Count dan White Blood Count), dan pengujian sel epitel. Peneguhan diagnosa dapat dikuatkan dengan pemeriksaan lanjutan dari segi radiologi maupun ultrasonografi.
Baca juga: Pakar BRIN Kembali Berikan Kuliah Tamu Trypanosoma di SIKIA UNAIR
Menjaga Lingkungan Sangat Penting
Lingkungan menjadi kunci utama dalam kesehatan kucing. Mereka dapat terinfeksi penyakit apapun dari lingkungan yang kurang baik. Terutama dalam FLUTD akibat kucing mengkonsumsi hal yang bukan merupakan pakannya seperti debu maupun zat lain. Oleh karena itu pemilik dapat mempertimbangkan lima pilar kesehatan lingkungan kucing dalam memberikan tempat tinggal anabulnya, yaitu:
- Menyediakan tempat tinggal yang aman,
- Meningkatkan daya dukung lingkungan seperti makanan, air, tempat buang air, area mencakar, area bermain, dan area tidur,
- Meningkatkan kemampuan motorik dalam bermain dan sikap predatornya,
- Meningkatkan interaksi sosial antara kucing dan manusia sebagai pemilik,
- Meningkatkan kemampuan penciuman bau pada kucing.
Pada sesi kedua peserta Kelas Klinik dipandu oleh Dosen Klinik Veteriner SIKIA, Amung Logam Saputro, drh., M.Si .bersama asisten dosen memberikan arahan proses pemasangan kateter pada kucing jantan. Kateter urin merupakan alat medis berbentuk selang kecil, fleksibel dan tipis yang terbuat dari rubber maupun plastik. Fungsi dari alat tersebut untuk membantu pengeluaran urin dari kantung kemih jika pasien mengalami gangguan kesulitan buang air kecil.
Proses pertama dilakukan pembiusan pada kucing tersebut dan membersihkan bagian bulu disekitar daerah glans penis. Kucing yang telah terbius akan dilakukan pemasangan alat kateter pada lubang penis dengan arah memutar. Jika terdapat kesulitan, operator dapat menambahkan pelumas untuk memudahkan alat tersebut masuk kedalam. Jika sudah terpasang dengan pas, pemasang dapat melakukan proses pengeluaran cairan dilakukan dengan bantuan tarikan spuit yang telah dima dari sisi terluar kateter.
Penulis: Alfian Dzaka Fadhil Ramadhan
Editor: Tasya Ramadhan
