KABAR FIKKIA – Tumor otak menjadi salah satu penyakit yang popular dikalangan masyarakat Indonesia. Gejala yang kurang spesifik sering kali membuat penderitanya abai. Maka dari itu, penting diketahui gejala tumor otak untuk meminimalisir timbulnya penyakit yang lebih parah.
Dr. dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS. (K), dalam seminarnya pekan lalu di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) bersama Prof. Rob J.M. Groen, MD, Ph.D menuturkan agar masyarakat tidak mengabaikan setiap penyakit, terutama nyeri. Wakil Dekan II FIKKIA Universitas Airlangga tersebut menerangkan tumor adalah jaringan yang tumbuh secara tidak normal akibat adanya pertumbuhan sel yang abnormal dalam otak. Tumor otak terdapat banyak jenisnya. Beberapa tergolong bersifat jinak dan ada pula yang bersifat ganas.
Gejala yang mengindikasi adanya tumor otak cukup beragam tergantung dengan ukuran, lokasi dan kecepatan pertumbuhan tumornya. Di bawah ini adalah delapan keluhan penyebab tumor otak yang sering dialami masyarakat dan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila terjadi terus-menerus.
1. Nyeri kepala, yang makin lama akan makin sering dan makin memberat.
Kita harus curiga sakit kepala apabila terdapat nyeri terus menerus dan dirasa semakin parah. Sebagai contoh, untuk menghilangkan nyeri kepala kita harus meminum obat setiap hari. Pada kasus seperti itu jangan hanya mengandalkan jawaban dari internet tapi segera periksa ke dokter untuk memastikan apa yang ada didalam kepala tersebut.
2. Mual dan muntah yang tidak diketahui sebabnya.
Gejala ini harus diwaspadai sebagai tumor otak apabila berhubungan dengan nyeri kepala. Mual dan muntah menunjukkan tekanan dikepala yang terlalu tinggi.

3. Gangguan penglihatan, misalnya mata kabur, penglihatan ganda atau penyempitan luas lapang pandang.
Hal yang sepele ini merupakan gejala penting pada tumor otak. Penyebabnya ialah terdapat tumor pada tempat yang memproduksi hormon. Gejala yang timbul pada tumor seperti ini yaitu memberi tekanan pada otak, mempengaruhi produksi hormon di kelenjar hipofisis dan menekan saraf optik.

4. Kesulitan bicara
Gangguan bicara sering disepelekan, bahkan dianggap kesurupan dalam beberapa kasus. Apabila terdapat gangguan pada otak dominan maka akan berpengaruh terhadap fungsi bicaranya.
5. Gangguan konsentrasi dan kebingungan dalam aktifitas sehari-hari
Tumor yang berada dibagian depan kepala mempengaruhi fungsi struktur dan memori.
6. Perubahan kepribadian dan perilaku
Mood atau suasana hati tidak bisa dideteksi oleh pelaku. Perubahan karakteristik dapat terjadi apabila ada sesuatu yang menekan di kepala.
7. Kejang, terutama jika terjadi pada seseorang tanpa ada riwayat kejang sebelumnya
Jika kejang terjadi pada pasien dewasa maka hal ini harus diawasi. Kejang terjadi karena otak berkomunikasi melalui gelombang listrik. Ledakan aktivitas listrik yang tidak terkontrol di sel saraf otak yang menyebabkan otot berkontraksi dan rileks berulang kali sampai memicu perubahan fisik. Jadi apabila ada orang yang mengalami kejang maka harus dilakukan Analisa penyebabnya karena gejala tersebut berpotensi dengan adanya tumor otak.
8. Gangguan pendengaran
Kondisi telinga sehat setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis telinga, namun gangguan pendengaran masih terjadi. Maka sebaiknya melanjutkan pemeriksaan ke dokter saraf, untuk melihat gangguan neuron yang menghubungkan otak dengan terlinga.
Demikian penjelasan mengenai gejala yang harus diwaspadai karena berpotensi menunjukkan adanya tumor otak. Setelah mengetahui gejala yang muncul, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati saat keluhan-keluhan diatas hadir dan melakukan pencegahan dengan pemeriksaan dini.
Penulis: Uni Eska Mahmudi
Editor: Avicena C. Nisa
