FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Keseruan Kegiatan World Class University Tanam Mangrove di Teluk Pang-Pang

BERITA SIKIA – Kegiatan World Class University hari ke-2 sukses pada Sabtu (1/10/2022). Peserta yang tergabung dalam program Student Inbound yang diselenggarakan Universitas Airlangga ini terdiri dari 9 mahasiswa Hochschule Heilbronn University German dan 3 mahasiswa Universitas Dhyana Pura. Salah satu tujuan kegiatan World Class University ini adalah mengajak mahasiswa memperbaiki lingkungan dan menjaga kelestariannya. Diketahui perubahan iklim telah menjadi masalah global. Dibutuhkan peran masyarakat melalui Universitas Airlangga, Universitas Dhyana Pura, dan Hochschule Heilbronn University untuk mencegah terjadinya dampak perubahan iklim.

Baca Juga : SIKIA Sambut Mahasiswa Asing dari Jerman dalam Event Series World Class University

Jika pada hari sebelumnya dilakukan di kampus Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) UNAIR, maka dikesempatan kali ini peserta diajak mengenal lebih dekat dengan alam. Mahasiswa diajak menanam pohon mangrove di daerah konservasi kawasan Teluk Pang-Pang, tepatnya di daerah Wringin Putih.

Pengamatan satwa di Teluk Pang-Pang

Teluk Pang-Pang ditetapkan menjadi kawasan ekologi esensial yang menyimpan keanekaragaman hayati didalamnya. Fungsi hutan mangrove tidak hanya sebagai kawasan penahan gelombang laut, juga penyumbang oksigen dan penyerap karbon yang menyediakan ekosistem ideal pesisir.

Sebelum menanam peserta dibekali pengetahuan tentang mangrove dan pentingnya kawasan mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir dan terestrial. Awalnya penanaman mangrove dilakukan untuk membenahi ekosistem yang rusak karena eksploitasi yang merusak kawasan pesisir di tahun 1980an.

Terdapat 202 spesies tanaman mangrove yang ada di Indonesia, 3 diantaranya ditemukan di Teluk Pang-Pang, yaitu : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba. Mengapa hanya 3 saja? Umar selaku fasilitator anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjelaskan bahwa tidak semua spesies mangrove dapat hidup dan tumbuh di satu lokasi karena masing-masing memiliki karakteristik dan keunikan.

“Contohnya,  jenis spesies Bruguiera itu sudah beberapa kali ditanam, hasilnya tidak sebagus di daerah selatan atau sekitar Wringin putih ini,” Ujar Pak Umar.

Selain memberikan penjelasan secara lisan, beliau juga mendemontrasikan bagaimana menanam mangrove yang baik dan benar. Mulai dari menyiapkan bibit siap tanam, membuat lubang tanam, hingga teknis penanaman mangrove yang aman. Mengingat mangrove hidup di habitat berlumpur dan gelombang pasang laut, perlu dilakukan monitoring pasca penanaman.

Persiapan tanam mangrove oleh mahasiswa Hochchule Heilbronn University

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tanam mangrove tampak antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka bersemangat menanam bibit mangrove yang telah dibagikan. Meskipun medan yang dihadapi becek dan berlumpur, namun peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Penanaman mangrove di kawasan konservasi Teluk Pang-Pang diharapkan bisa menjadi stimulus bagi masyarakat serta akademisi untuk peduli dan berperan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Penulis : Siti Nur Anisatul Khariroh

Editor : Choirun Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *