
Banyuwangi— Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Universitas Airlangga (SIKIA) sebagai pengemban amanat penyelenggara pendidikan tinggi di Banyuwangi memiliki tantangan besar dalam membangun sumber daya manusia. Sejumlah prestasi dan pencapaian yang berhasil didapat tidak terlepas dari usaha, kerja keras, dan kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta rekan mahasiswa yang menjadi motivasi penggerak kemajuan PSDKU hingga menjadi SIKIA.
Upaya yang menjadi agenda kedepannya adalah perihal akreditasi ke-empat program studi di SIKIA yaitu S1 Akuakultur, S1 Akuntansi, Kedokteran Hewan, dan S1 Kesehatan Masyarakat. Akreditasi pertama kali dilakukan tahun 2018 dan mendapat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk semua program studi. Status Akreditasi B tersebut berlaku lima tahun sejak tanggal disahkan, ini artinya penilaian tersebut akan berakhir di tahun 2023 mendatang.
Akreditasi 2023 menggunakan Instrumen berbeda dibanding tahun 2018. Tidak hanya instrumen BAN-PT, adapun yang menjadi indikator lain yaitu Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk prodi Akuntansi, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) untuk prodi Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan.
Peningkatan Akreditasi B ke Akreditasi A penting dilakukan mengingat rencana strategis kedepannya SIKIA akan membuka program studi baru, sehingga wajib adanya penguatan akreditasi dari program studi yang sudah ada sebelumnya.
Rapat akreditasi hari ini (Rabu/24/02) dilaksanakan secara daring dan luring di ruang sidang kampus SIKIA Giri. Direktur SIKIA Universitas Airlangga Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U (K) didampingi oleh Wakil Direktur Akademik Dr. dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS (K), Wakil Direktur Non Akademik Dr. Mufasirin, drh., M.Si., empat Koordinator dan Sekretaris Program Studi, beserta tenaga kependidikan yang hadir bersama pada hari itu.
“Diharapkan akreditasi kedepan hasilnya lebih baik, minimal mempertahankan akreditasi yang sudah ada. Syukur Alhamdulillah mendapatkan Akreditasi A, apalagi Akreditasi Unggul” ucap dr. Soetojo mengawali rapat. Mendengar ucapan tersebut, membuat peserta rapat mengamini sekaligus menambah motivasi untuk bisa mendapat status Akreditasi A.

Lima tahun berselang setelah akreditasi pertama tentunya membawa perubahan dalam tata kelola manajemen di kampus SIKIA. Instrumen yang belum ada di tahun 2018 perlahan tapi pasti telah terpenuhi misalnya penambahan jumlah pengajar dan tenaga kependidikan, alumni, pencapaian alumni setelah lulus dan bekerja, fasilitas labolatorium, dan adanya laboran tetap di setiap prodi. Laboratorium klinik misalnya, menjadi fasilitas belajar baru di program studi S1 Kedokteran Hewan.
dr. Soetojo menjelaskan saat ini memang gedung belum ada secara fisik, oleh karena itu upaya terus mengejar adanya gedung dengan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan pihak terkait dilakukan lebih intens dan terukur. Perencanaan berkelanjutan mengenai gedung sebagai instrument tidak kalah penting dalam akreditasi menjadi tantangan tersendiri bagi para stake holder agar terealisasi sebelum 2023.
Selain gedung, ada instrumen lain yang menjadi target realisasi sebelum penilaian akreditasi seperti sarana penunjang pembelajaran dan status pegawai. Tenaga kependidikan yang berstatus pegawai waktu tertentu (kontrak) untuk diangkat menjadi pegawai penuh waktu (tetap). Ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Dr. Mufasirin, drh., M.S. sebagai Waki Direktur Non Akademik.
Target capaian pada rapat adalah penyusunan tim akreditasi program studi dan perencanaan waktu pengumpulan instrumen. Berfokus pada evaluasi diri dan kinerja program studi yang kedepannya akan dilakukan bersama masing- masing fakultas. Penyusunan instrumen dilakukan jauh-jauh hari agar persiapan dapat dilakukan dengan matang, dan koordinasi tidak terburu-buru. Monitoring evaluasi diadakan setiap akhir target capaian, serta mengantisipasi pertanyaan tim penilai terkait kebijakan strategis Universitas Airlangga dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang tertuang pada program studi sebagai bentuk komitmen tanggung jawab dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Diakhir rapat, Wakil Direktur Akademik Dr. dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS (K) menambahkan agar setiap elemen di SIKIA terlibat dalam gawe penting Akreditasi. Agar saling membantu dan berkolaborasi bersama sama untuk kemajuan SIKIA menuju akreditasi unggul.
