FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kolaborasi BEM-KM SIKIA UNAIR Tanggapi Darurat Stunting Di Desa

BERITA SIKIA – Keterlambatan tumbuh pada anak atau stunting masih menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat. Sejak tahun 2018 pemerintah telah menentukan sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi prioritas percepatan pencegahan stunting.

Dikutip dari laman stunting.go.id stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia lima tahun (balita) akibat kekurangan asupan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Perhitungan 1000 HPK dimulai dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

Dari 34 Provinsi di Indonesia, hanya DKI Jakarta yang memiliki presentase stunting kurang dari 20%; 13 provinsi memiliki presentase  20-30% yang tergolong sedang; 18 provinsi termasuk Jawa Timur memiliki presentase antara 30-40% yang tergolong tinggi; sedangkan 2 provinsi mempunyai presentase stunting diatas 40% yang artinya tergolong sangat tinggi (Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, 2018).

Peta Stunting 2018

Diketahui bahwa gizi berkualitas dibutuhkan anak sejak dalam kandungan sampai 23 bulan setelah kelahiran. Orang tua perlu memperhatikan konsumsi asupan gizi harian untuk menunjang tumbuh kembang buah hatinya.

BEM-KM Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam mengadakan sosialisasi stunting kepada warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung Minggu pagi (28/09/2022) di Balai Desa Olehsari, turut dihadiri Joko Mukhlis selaku Kepala Desa Olehsari.

Kegiatan yang bertujuan memberi edukasi dan pencegahan stunting dihadiri sebagian besar  ibu-ibu dan warga lain. Tampak sejumlah peserta menyimak dan mencatat materi stunting yang disampaikan Syifa’ul Lailiyah, S.KM.,M.Kes. dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Farhad Ulil Absor tentang budidaya ikan dalam ember (Budikdamber).

Penanaman kangkung dalam ember

Acara sosialisasi stunting dilanjutkan dengan pelatihan olahan alternativ yang murah dan sehat dari olahan tepung lele berupa puding, serta budidaya ikan lele dan penanaman kangkung dalam ember. Pelatihan tersebut sejalan dengan implementasi sinergi dan inovasi mahasiswa yang berasal dari empat program studi di SIKIA-UNAIR. Lailatul Rohmah selaku ketua pelaksanan acara berharap dengan diselengggarakannya kegiatan ini, turut memberi kontribusi pengetahuan yang berdampak pada menurunnya kasus stunting khususnya di Desa Olehsari.

Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis berharap kedepannya SIKIA UNAIR selalu bersinergi dengan desanya, baik dalam pengabdian masyarakat maupun menjadikan Olehsari sebagai desa binaan di tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *