KABAR FIKKIA – Kabupaten Banyuwangi berada di posisi garis pantai strategis yang menghadap Selat Bali dan Samudera Hindia. Posisi ini menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil ikan tangkap di Indonesia. Mulai dari ikan-ikan pelagis, ikan karang, hingga beberapa jenis kepiting ekonomis penting dapat ditemukan di perairan. Oleh karena itu, perlu diupayakan pemetaan risiko geografis investasi parasit ikan. FIKKIA dan BRIN melakukan riset berkala untuk meneliti mengumpulkan berbagai jenis sampel parasit ikan hasil tangkap di TPI Muncar.
Pengumpulan Awal Parasit Ikan
Pengumpulan sampel dilakukan selama lima hari (11-15/08/2025) di Laboratorium Terpadu 3 Kampus Giri FIKKIA UNAIR. Sampel yang diperiksa diantaranya adalah ikan layur, ikan tongkol, ikan kerapu, ikan jenggot, dan kepiting rajungan. Proses pemeriksaan dimulai dengan identifikasi jenis ikan dan kepiting serta melakukan dokumentasi. Selanjutnya pengukuran morfometrik meliputi:
- Total lenght (panjang badan dari ujung mulut sampai ujung ekor)
- Standard length (panjang badan dari ujung mulut sampai pangkal ekor)
- Fork lenght (panjang badan dari mulut sampai percabangan sirip)
- Head length (panjang ujung mulut sampai sisi paling belakang operculum)
- Dorsal fin base length (panjang sirip atas)
- Pectoral fin base length (panjang sirip dada)
- Anal fin base length (panjang sirip bawah belakang)
- Body depth (tinggi dari bagian terendah perut sampai bagian tertinggi punggung secara vertikal)
- Caudal depth (tinggi dari bagian terendah dan tertinggi pangkal ekor secara vertikal)

Keberadaan parasite biasanya ditemukan pada organ insang. Sehingga, peneliti melakukan pembedahan dan mengamati setiap filamen insang dengan mikroskop stereo. Temuan parasit pada masing-masing sampel dihitung dan disimpan dalam tube berisi cairan fiksatif untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Kolaborasi Penelitian Lintas Keilmuan
Penelitian ini rencananya akan berlangsung setahun kedepan, dimulai pada bulan Juni 2025 hingga Desember 2026. Berbagai peneliti dilibatkan dalam mendukung keamanan pangan dan kesehatan disektor perikanan. Tim riset terdiri dari 5 peneliti BRIN, 2 dosen Akuakultur FIKKIA, 1 dosen Kedokteran Hewan FIKKIA, 1 mahasiswa S2 Biomedik UGM, serta beberapa mahasiswa S1 Akuakultur dan PPDH FIKKIA.
“Dengan adanya penelitian berupa pemetaan geografis infestasi parasit pada jenis-jenis ikan air laut di banyuwangi ini, dapat menjadi acuan untuk mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, kolaborasi penelitian ini juga menjadi salah satu wadah pengembangan bagi mahasiswa akuakultur”. Ujar Maria Agustina Pardede, S.Pi., M.Si, dosen Akuakultur yang turut menjadi bagian tim riset.

Beberapa parasit pada ikan tangkapan memiliki resiko zoonosis yang membahayakan kesehatan manusia. Temuan penelitian ini dapat membantu dalam mencegah wabah penyakit dan merancang program kesehatan yang efektif. Selain itu, pemetaan geografis infestasi parasit ini, dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekosistem laut, sehingga dapat digunakan untuk mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-16 Life Below Water dan ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Syarifatul Jamil
Editor: Avicena C. Nisa
