BERITA SIKIA – Prodi Kesehatan Masyarakat SIKIA Unair menjadi tuan rumah acara kuliah tamu yang bertemakan “Obstacles, Challenges, and Solutions in Nutrition Education” pada hari Selasa, 16 Mei 2023. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi kesehatan yang tertarik dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Mu Li, Profesor Kesehatan Masyarakat Internasional dari University of Sydney, hadir untuk memberikan wawasan tentang kendala dan tantangan dalam pendidikan gizi.
Profesor Mu Li memaparkan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan gizi di program kesehatan masyarakat. Beliau menekankan pentingnya pendidikan gizi dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun ada beberapa hambatan yang perlu diatasi.

Pemahaman dan Kesadaran Gizi Seimbang
Salah satu kendala yang diungkapkan adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya gizi yang seimbang. Profesor Mu Li menjelaskan bahwa di banyak negara, termasuk Indonesia, masih ada masyarakat yang kurang informasi tentang makanan yang sehat dan kebutuhan gizi yang tepat. Hal ini dapat menyebabkan pola makan yang tidak sehat dan akhirnya berkontribusi pada masalah gizi buruk atau obesitas.
Sumber daya dan akses terhadap pendidikan gizi
Tantangan lainnya adalah kurangnya sumber daya dan akses terhadap pendidikan gizi. Terutama di daerah pedesaan atau daerah yang kurang berkembang, sulit untuk menyediakan program pendidikan gizi yang memadai. Profesor Mu Li menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan gizi. Pendekatan holistik juga menjadi penekanan dalam pendidikan gizi.
Faktor sosial, budaya, dan psikologis yang mempengaruhi pola makan individu. Dalam konteks ini, pendidikan gizi harus mencakup edukasi tentang pilihan makanan yang sehat, pemahaman tentang perilaku makan, dan keterampilan pengelolaan makanan.
Profesor Mu Li menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah, industri makanan, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pemahaman dan praktik gizi yang baik. Selain itu, penggunaan teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi gizi yang akurat dan relevan kepada masyarakat.
Kehadiran Prof Mu Li memberi pengalaman berharga bagi para peserta untuk memahami betapa pentingnya pendidikan gizi dalam menjaga kesehatan dan mencegah masalah gizi. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kendala dan tantangan yang dihadapi, diharapkan akan ada upaya yang lebih besar untuk meningkatkan pendidikan gizi di masyarakat dan menciptakan perubahan yang positif dalam pola makan dan gaya hidup.
Penulis: Oktario Dinansa Khoir
Editor: Acn
