FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Ksabitah Dayu Raih Juara Penyaji Terbaik di Banyuwangi Batik Festival 2024

KABAR FIKKIA – Jumat (18/10/2024) Banyuwangi Batik Festival (BBF) kembali digelar epik di De Djawatan, Benculuk, Banyuwangi. Acara yang selalu dinanti ini menampilkan karya-karya batik indah dari berbagai perancang busana dan peserta lomba fashion. Prestasi yang sangat membanggakan dan mengharumkan nama FIKKIA datang dari Ksabitah Dayu (Kesmas 2023). Ia berhasil meraih juara penyaji terbaik kategori dewasa dalam penampilan fashion shownya.

Banyuwangi Batik Festival bertema Garden Party menampilkan busana yang elegan dan alami, yang terinspirasi dari keindahan taman. Motif Batik Jenon yang dipakai memiliki bentuk menyerupai belah ketupat yang dalam bahasa lokal disebut “kopat”. “Kopat” mengandung arti “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. “Kopat” terbuat dari janur yang diartikan “sejatining nur” atau cahaya sejati.”Filosofi Batik ‘Jenon’ sarat filosofi, sehingga diangkat menjadi tema BBF tahun 2024.

Penampilan Ksabitah saat melenggang di runway. Sumber: Penulis

Dalam karyanya, Ksabitah mengenakan gaun trumpet mewah bermotif Batik Jenon yang selaras dengan tema BBF 2024.  Ksabitah memadupadankan warna gold, hitam dan coklat elegan.  Gabungan warna yang terinspirasi dari gaya anak muda Gen Z saat ini. Tak hanya itu, aksesoris yang dikenakan menambah kesan mewah, menunjukan makna kemakmuran dan menghidupkan suasana runaway. Dijahit dan di desain langsung Ibunda tercinta, Desy Darmawanti Setyaning Utami. Gaun yang ia kenakan sukses membawa juara penyaji terbaik kategori dewasa dalam Banyuwangi Batik Festival 2024.

Baca juga: Mahasiswa Kesmas FIKKIA Buka Workshop Kecantikan Bersama Azarine

Mengikuti lomba fashion sangat berkesan bagi saya. Selain dapat mengekspresikan gaya dan kreativitas melalui pakaian, saya juga belajar banyak tentang dunia model. Persaingan yang ketat membuat saya lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik.” Ujarnya saat ditemui kontributor FIKKIA news

Bertemu dengan banyak orang berbakat membuatnya mendapatkan inspirasi baru. Perlombaan yang kompetitif meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas wawasan.

Penyerahan piala penyaji terbaik oleh General Maganer Hutan De Djawatan Banyuwangi. Sumber: Penulis

Pengalaman tersebut bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Sebagai mahasiswa FIKKIA, Ksabitah berharap rekan-rekannya semakin aktif dalam melestarikan budaya lokal, terutama batik. Melalui kegiatan seperti Banyuwangi Batik Festival, diharapkan mahasiswa dapat mengasah kreativitas, keterampilan, dan mengembangkan potensi diri di dunia seni, khususnya model.

“Ini adalah kesempatan yang bagus bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya mereka dan memperluas jejaring, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tambahnya.

Harapan untuk FIKKIA juga tidak terlepas dari peran institusi dalam mendukung kegiatan semacam ini. Ksabitah berharap FIKKIA semakin aktif memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dalam bidang seni dan budaya. FIKKIA bisa menjadi lembaga yang berperan penting dalam mendukung kegiatan kreatif seperti BBF ini. Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga dalam seni dan budaya, yang pada akhirnya akan memajukan kesenian dan warisan budaya lokal,” jelasnya.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *