FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu Akuakultur Bahas Zoonosis Akibat Parasit Ikan

KABAR FIKKIA – Penularan penyakit yang disebabkan parasit tidak hanya menular antar ikan maupun udang saja. Manusia juga berisiko terpapar parasit ikan dan udang. Fakta tersebut dijelaskan Dr. April Hari Wardhana, S.KH., M.Si., PhD pada kuliah tamu Parasit Ikan dan Udang yang diselenggarakan Prodi Akuakultur FIKKIA UNAIR. Kuliah tamu diikuti 25 mahasiswa pada Kamis (16/10/2025) di Kelas A101 Kampus Giri.

Isu kritis zoonosis menjadi sorotan utama yang paling menarik didiskusikan. Dr. April memaparkan bahwa manusia sebagai rantai tertinggi, sangat rentan terinfeksi parasit melalu produk pangan yang dikonsumsinya.

”Ada beberapa faktor yang mengakibatkan manusia dapat terinfeksi parasit, antara lain, sanitasi lingkungan yang buruk, kualitas produk ikan olahan yang terkontaminasi, dan yang paling berisiko adalah konsumsi ikan atau udang mentah yang mengandung kista atau larva parasit.” ungkap alumnus S3 di London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) University of London.

Pencegahan Zoonosis Ikan dan Udang

Peneliti BRIN itu menekankan bahwa kesadaran akan zoonosis ini menjadi kunci bagi keamanan pangan, khususnya di sektor akuakultur. Menyambung ancaman tersebut, Dr. April mengatakan upaya preventif yang dapat dilakukan oleh masyarakat, yakni  meliputi menjaga kebersihan alat masak dan lingkungan, memilih sumber produk perikanan yang teruji kesehatannya dan memastikan proses memasak ikan dan udang dilakukan hingga matang sempurna. Panas merupakan metode efektif untuk membunuh kista dan larva parasit.

Tahap infeksi parasit pada manusia. Sumber: Istimewa

Mekanisme Penularan yang Harus Diwaspadai

Sebagian besar agen parasit yang menginfeksi pada ikan dan udang seperti cacing dan protozoa, masuk dalam kategori invertebrata. Pemahaman mendasar tentang taksonomi ini penting untuk mengidentifikasi kekerabatan dan siklus hidup parasit sebelum melakukan upaya pencegahan.

Terdapat dua mekanisme penularan infeksi parasit yang harus diwaspadai pembudidaya. Penularan pertama terjadi secara langsung (direct). Parasit dapat menular dari ikan terinfeksi ke ikan sehat melalui media air. Sedangkan penularan tidak langsung (indirect) apabila parasit memerlukan inang perantara (intermediate host) untuk melengkapi siklus hidupnya sebelum menginfeksi inang definitive (ikan atau udang).

Kedua mekanisme ini berkaitan dengan tropisme atau lokasi sasaran parasit. Jika parasite ditemukan pada permukaan luar tubuh; kulit, sirip, dan insang, maka diklasifikasikan menjadi ektoparasit. Sementara parasit yang menginvasi organ internal, seperti saluran pencernaan, lambung, usus, dan hati maka dikategorikan sebagai endoparasit.

Dr. April juga menyatakan bahwa kualitas produk akuakultur kita adalah cerminan dari keamanan pangan nasional. Dengan menguasai metode deteksi mutakhir seperti PCR dan SEM, kita tidak hanya mengidentifikasi ancaman, tetapi juga menjamin bahwa produk perikanan yang sampai di meja masyarakat adalah produk yang aman, sehat, dan berkualitas.

Penulis: Farra Azzahrani

Editor: Avicena C. Nisa

(1) Comment

  • Anonymous November 5, 2025 @ 3:41 am

    Keren FIKKIA bsa menhadirkan dok April…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *