KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan kuliah tamu dengan menghadirkan M. Denny Septo Prasetyo, DVM. Kuliah tamu yang berlangsung pada Sabtu (18/5/2024) itu turut dihadiri oleh seluruh mahasiswa kedokteran hewan FIKKIA melalui kanal Zoom Meeting. Topik spesial kuliah tamu equine tentang pemeliharaan kesehatan kuda pacu.
Dalam pemaparan materinya, dokter hewan Denny menjelaskan bahwa kesehatan dan performa kuda pacu dipengaruhi oleh beberapa hal meliputi nutrisi, exercise, kondisi kesehatan gigi, lingkungan, penyakit, emergency, vaksinasi, dan biosecurity.
“Kesehatan gigi kuda sangat penting untuk diperhatikan, karena apabila kuda pacu mengalami permasalahan pada gigi, maka performanya juga akan menurun. Sama seperti manusia, tentunya kita akan merasa tidak nyaman melakukan aktivitas ketika gigi kita sakit ”, tambahnya.
Ciri-ciri Kuda yang Sehat
Kuda yang sehat dapat diketahui dari suhu tubuhnya yaitu 37,0-38,5 derajat selsius dan detak jantungnya 28-44 per menit.
“Apabila dilihat dari luar, kuda yang sehat bulunya terlihat mengkilap, halus, serta mata dan hidungya juga bersih”. terangnya
Kuda dapat menularkan penyakit ke kuda lain, baik di peternakan maupun saat di acara kompetisi. Untuk mencegah ini, dapat menggunakan strategi yang disebut biosecurity, yaitu protokol untuk membatasi penyebaran penyakit menular seperti bakteri, virus, atau jamur.
Implementasi langkah-langkah biosekuriti sangat penting untuk melindungi kesehatan kuda. Dokter Denny menjelaskan, kuda sudah dipastikan dalam keadaan sehat dan telah mendapatkan vaksinasi sebelum acara. Cegah kontak hidung ke hidung antara kuda dari kandang yang berbeda, jangan berbagi peralatan, makanan, atau air dengan kuda lain. Cuci tangan setelah menangani kuda, desinfeksi sepatu, pakaian, dan peralatan secara teratur, serta gunakan sarung tangan sekali pakai saat menangani barang yang mungkin terkontaminasi.
Dengan menerapkan praktik-praktik biosekuriti, maka secara signifikan akan mengurangi risiko penyebaran penyakit menular dan memastikan lingkungan yang aman dan sehat bagi di acara ekuestrian.
Melalui sesi tanya jawab, para mahasiswa terlihat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan topik yang dibahas. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai manajemen nutrisi kuda pacu, teknik-teknik pemeriksaan kesehatan rutin, serta bagaimana menangani kasus-kasus darurat yang sering terjadi pada kuda pacu.
Dennik Silvi Pramudia Wardani (KH 2022) selaku ketua pelaksana berharap kuliah tamu ini tidak hanya memberikan wawasan pentingnya menjaga kesehatan dan performa kuda pacu. Berbagai aspek terkait perawatan dan pencegahan penyakit penting ditekankan dalam pemeliharaan kuda. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari sesi ini, diharapkan mahasiswa kedokteran hewan FIKKIA dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia veteriner, khususnya dalam menangani kesehatan kuda pacu.
Penulis: Bintang Muslimah
Editor: Avicena C. Nisa
