FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu Penggunaan Imunostimulan untuk Budidaya Ikan dan Udang

KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar kuliah tamu. Kegiatan rutin tersebut menghadirkan narasumber ahli di bidang bioteknologi perikanan, Prof. Dr. Ir. Mohammad Fadjar, M.Sc pada Rabu, 04/05/2025) di platform zoom. Acara yang dihadiri mahasiswa semester 6 dengan peserta sebanyak 37 peserta. Dalam pemaparannya, Prof. Fadjar membahas topik yang sangat relevan dengan tantangan budidaya perikanan saat ini. Penggunaan imunostimulan menjadi tren pembudidaya ikan dan udang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Omunostimulan Tingkatkan Imunitas

Menurut Prof. Fadjar, dalam sistem budidaya intensif, organisme akuatik seperti ikan dan udang sangat rentan terhadap serangan penyakit. Terutama karena tingginya kepadatan dan tekanan lingkungan. Salah satu solusi yang dikembangkan dalam bioteknologi perikanan adalah penggunaan imunostimulan. Bahan tersebut merupakan senyawa yang dapat merangsang sistem imun non-spesifik pada hewan akuatik agar lebih tahan terhadap patogen. Imunostimulan dapat berasal dari bahan alami, seperti ekstrak tanaman, probiotik, maupun senyawa sintetis yang telah diformulasikan khusus.

“Bahan imunostimulan dari ekstrak tanaman sangat mudah kita dapatkan. Ada bawang putih, kunyit, temulawak. Semuanya memiliki sifat anti mikroba yang tentunya aman bagi lingkungan dan ikan sendiri,” kata guru besar Universitas Brawijaya.

Baca juga: Panen Udang Budidaya di Teaching Farm FIKKIA UNAIR

Beliau menekankan bahwa imunostimulan bukanlah pengganti vaksin, melainkan pelengkap yang memperkuat respons imun ikan dan udang dalam jangka pendek maupun menengah. Dengan pemanfaatan yang tepat, imunostimulan mampu menekan tingkat kematian, mempercepat pertumbuhan, serta mengurangi penggunaan antibiotik dalam budidaya, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Beberapa hasil riset terbaru yang dipaparkan juga menunjukkan efektivitas imunostimulan dalam menekan infeksi dari bakteri dan virus yang umum menyerang udang vannamei dan ikan nila.

“Jelajah ilmu melalui penerapan bioteknologi di lingkungan budidaya terus akan berkembang. Maka dari itu  perpaduan literasi dan pengalaman lapang sangat berpengaruh terhadap inovasi selanjutnya” Ungkap Anta Dzaki, salah satu peserta kegiatan ini.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa antusias menggali lebih dalam mengenai aplikasi praktis imunostimulan di lapangan, serta bagaimana prospek riset ini untuk dikembangkan lebih lanjut di skala industri. Prof. Fadjar pun mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan minat di bidang bioteknologi, khususnya dalam pencarian bahan alami lokal yang potensial sebagai imunostimulan.

Penulis: Anakku Karunia Pertama Henri Hariyanto

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *