FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu VetPreneur 2025 FIKKIA UNAIR

KABAR FIKKIA – Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menggelar Kuliah Tamu VetPreneur 2025. Kuliah tamu berlangsung daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (06/12/2025). Bertema “Profesi Dokter Hewan, Potensi Pengusaha: Strategi Merintis dan Mengembangkan Bisnis di Bidang Kedokteran Hewan”, acara ini diikuti 75 mahasiswa Kedokteran Hewan dari berbagai angkatan yang antusias memperluas wawasan karir di luar praktik klinis biasa.

Kuliah tamu mengundang narasumber drh. Kartika Wulansari, dari Sekretariat Unsur Pengawasan Inspektorat Kabupaten Banyuwang. Penjelesannya membuka pemahaman baru bahwa dokter hewan memiliki peluang besar di dunia wirausaha.

“Banyak dokter hewan yang sukses berbisnis karena keahlian mereka unik. Klinik bukan satu-satunya pilihan, tapi bisa dikembangkan jadi bisnis lengkap yang lebih menguntungkan,” jelas drh. Kartika.

Bisnis Potensial Dokter Hewan

Konsep klinik terintegrasi seperti model PitPet yang menggabungkan perawatan medis, grooming, boarding, dan toko makanan hewan. Adapun pet shop farmasi yang jual obat, vaksin, dan alat diagnostik dengan layanan konsultasi online. Selanjutnya, telemedicine veteriner via aplikasi seperti Vethub untuk konsultasi jarak jauh. Ada juga produksi pakan organik atau suplemen nutrisi ternak khusus. Pet hotel halal dengan fasilitas grooming dan daycare. Klinik mobile house call untuk layanan kunjungan rumah. Terakhir, konsultasi manajemen peternakan untuk optimalisasi produksi susu atau daging.

Menurut data Kementerian Pertanian 2025, bisnis veteriner tumbuh 15-20% per tahun. Didorong tren pet parenting di kota (61-70% rumah tangga punya hewan peliharaan) dan ekspor produk hewan. Keuntungan rata-rata 25% lebih tinggi daripada klinik solo berkat digitalisasi seperti rekam medis online dan stok obat otomatis.

Strategi merintis usaha yang dibagikan sangat praktis. Mulai dari riset pasar pakai google forms untuk validasi ide, urus izin SIUP-TDP-sertifikasi halal. Pemodalan perbankkan melalui Kredit Usaha Rakyar (KUR) atau bootstrapping, jual produk di Shopee/Tokopedia, networking di PDHI, hingga skalakan bisnis dengan franchise dan sertifikasi ISO 22000. Risiko seperti naiknya harga pakan diatasi dengan branding lokal dan paket layanan lengkap (vaksin+grooming).

Peserta sangat antusias, melontarkan ratusan pertanyaan tentang cara buka pet hotel halal, marketing klinik mobile, hingga produksi vaksin sendiri. Diskusi langsung berlangsung hidup, menunjukkan minat besar generasi muda terhadap entrepreneurship.

”Lega karena kuliah tamu pertama PSDM lancar sesuai harapan. Semoga ilmunya bermanfaat, buka mata bahwa peluang usaha dokter hewan banyak dari pet nutrition sampai biotech vaksin asal riset pasar dan kolaborasi tepat.” Ujar Aliya Diffa Zahrani (KH 23) menyampaikan

drh. Kartika menambahkan, bahwa sebagai dokter hewan punya keunggulan sebagai pengusaha.

”Penting bagi kita memahami regulasi, penguasaan tools digital, fokus beri nilai tambah buat pemilik hewan dan peternak.” Tambahnya

Acara selaras Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang targetkan 10 juta UMKM baru, termasuk sektor veteriner. VetPreneur memperkaya kurikulum FIKKIA UNAIR, siapkan mahasiswa kontribusi ekonomi kreatif berbasis ilmu hewan.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *