FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kunci Sukses Mahasiswa Ternyata Ada di Gizi Keluarga

KABAR FIKKIA– Hadir di Public Health Podcast, Zahra Ali Widuri (Kesmas 2023), membahas topik tentang bagaimana pengaruh gizi keluarga terhadap kesuksesan akademik mahasiswa. Dalam podcast ini, Zahra bersama narasumber spesial, Septa Indra P., SKM, M.Kes., dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Unair. Ibu Septa menegaskan bahwa gizi yang baik merupakan kunci penting dalam meningkatkan performa akademik.

“Makanan bergizi meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi, dan daya tahan tubuh,” ujar dosen departeman Gizi Kesehatan diawal poscast menekankan pentingnya asupan nutrisi seimbang.

Makanan tinggi gula, garam, dan lemak

Selama diskusi banyak terungkap dampak negatif dari kebiasaan makan yang buruk. Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, dan makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, kurangnya konsentrasi, serta perubahan suasana hati yang negatif.

“Apa yang kamu makan menggambarkan siapa dirimu,” tambahnya menggarisbawahi betapa pentingnya pola makan seimbang dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Sebagai tips praktis, ia menyarankan agar mahasiswa membeli bahan makanan seperti beras sendiri dan memasak ditempat kos. Pekara lauk, dapat membeli di warung makan sekitar, atau masak bersama mahasiswa kost lain. Menurutnya, ini tidak hanya lebih hemat, tetapi juga memastikan kebersihan dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Mahasiswa bisa lebih kreatif dalam mengelola pola makan mereka.

Kelompok pertemanan mempengaruhi pola makan

Septa menyoroti pentingnya sarapan sebelum memulai aktivitas perkuliahan. Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan serat agar tubuh dan otak mendapatkan energi yang cukup untuk memulai hari. Ia menambahkan bahwa kebiasaan sarapan yang baik dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya tahan tubuh, sehingga mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademik dengan lebih baik.

Lingkungan pertemanan juga mempengaruhi pola konsumsi. Misalnya saja ketika seseorang nongkrong dengan teman-temannya. Tentunya akan memesan makanan atau minuman. Minimal membeli minuman kekinian yang tiinggi kalori, tinngu gula. Jika dihitung secara harga dan jumlah kalori yang didapat, minuman kekinian bisa dibilang lebih mahal. Harga itu sebanding dengan harga sepiring nasi, lengkap dengan sayur dan lauknya.

Mahasiswa harus kritis mengelola makanan dengan jumlah kalori yang masuk ke tubuhnya. Kegiatan makan-makan memang tidak dapat terhindarkan dalam proses sosialisasi mahasiswa. Agar terhindarkan dari konsumsi yang berlebihan, sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat bisa sedikit-demisedikit ikut mengedukasi.

“Gizi yang baik adalah kunci untuk belajar efektif, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan selama masa perkuliahan. Pastikan untuk selalu memperhatikan gizi keluarga,” tutp Zahra diakhir podcast.

Simak pembahasan lebih lanjut hanya di:

Public Health Podcast

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *