BERITA SIKIA- Mengawali Senin sore di bulan Agustus ini, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam bersama Banyuwangi Sea Turtle Foundation kembali melepasliarkan anak penyu atau tukik ke laut. Tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil penetasan alat inkubator buatan (Intan) Box sebanyak 77 ekor tukik. Kegiatan pelepasliaran tukik ini adalah kegiatan kesekian kalinya diselenggarakan SIKIA Unair dan BSTF di lepas Pantai pulau Santen Banyuwangi yang menghadap ke Selat Bali bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa SIKIA, mahasiswa KKN Unair dan team BSTF.

Tukik dari penyu jenis lekang (Lepidochelys olivacea) yang dilepasliarkan telah menjalani masa inkubasi dalam Intan Box selama 61-64 hari. Wiyanto Haditanojo yang merupakan Pembina BSTF menjelaskan tukik yang ditetaskan berasal dari sarang alami di Pantai Sari. Tukik yang dilepaskan hari ini adalah hasil dari inkubasi 88 butir telur yang didapat dari sarang tanggal 30 April lalu.
Telur yang didapat kemudian diletakkan ke dalam Intan Box yang terdapat di Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga.
Intan Box sendiri diletakkan di tiga titik lokasi yang berbeda, yaitu di secretariat BSTF, SIKIA Unair, dan Pantai Cemara.
Setelah diinkubasi selama 61 sampai 64 hari tgl 30 Juni total ada 77 telur yang menetas. Sedangkan 11 butir lainya rusak sehingga tidak bisa menetas. “Jadi dari sarang ke enam yang kita masukan ke Intan Box total ada 77 ekor tukik yang menetas. atau sekitar 87,5% yang berhasil menetas” jelas Wiyanto.
Intan Box yang digagas oleh Wiyanto dan team BSTF mulai digunakan sejak akhir tahun 2021. Lebih dari 1000 butir penyu Lekang dan 1 sarang 51 butir Penyu Hijau (chelonia mydas) berhasil ditetaskan dengan bantuan Intan Box. Rasio penetasan menggunakan Intan Box dapat dibilang cukup tinggi, metode penggunaan alat incubator tanpa media pasir ini pun cukup efektif. Angka keberhasilan penetasannya rata-rata diatas 90%, lebih tinggi dari rata-rata penetasan semi alami.

Alat penetasan berbentuk balok ini cukup sederhana, tidak memakan tempat, portable, sehingga mudah diamati dan dipabtau langsung melalui cctv yang terkoneksi internet dan smartphone. Meski bentuknya cukup sederhana, Intan Box mampu menampung 1000 butir telur penyu (tergantung diameter telur jenis penyunya). selain itu, jenis kelamin yang muncul sesuai dengan kehendak dan kebutuhan, karena kelembaban dan suhu udara bisa dikontrol selama proses penetasan.
“Karena pemanasan global, saat ini mayoritas penyu yang menetas di alam berjenis kelamin betina. Padahal di alam liar, seekor induk penyu betina membutuhkan antara 4 sampai 6 penyu jantan untuk membuahi telur telur yang ada dalam indung telur penyu betina imbuh Wiyanto. Semoga Intan box bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak agar kelestarian penyu tetap terjaga” jelas Wiyono.
Wiyanto memperkirakan, penyu-penyu yang dilepaskanya sore itu di Pantai Pulau Santen adalah penyu-penyu berjenis kelamin jantan karena masa inkubasinya yang lebih lama, bila di semi alami biasanya menetas sekitar 45 sampai 47 hari.
Reaksi tukik berusia 32 hari yang ditetaskan melalui inkubator buatan sama dengan tukik hasil penetasan alami dan semi alami.
Wiyanto menambahkan, selama proses Inkubasi berlangsung. Peneliti SIKIA Unair Banyuwangi salah satunya Aditya Yudhana, drh., M.Si dan team mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan terus melakukan pemantauan kepada telur penyu yang ditetaskan dalam tabung di Intan Box.

Untuk menunjang Kesehatan penyu pasca penetasan, team peneliti juga mengembangkan Yosi Box. Alat ini berfungsi untuk mempercepat penyerapan yolk atau kuning telur tukik yang baru menetas. Yolk tersebut akan menyusut secara alami dalam waktu2-4 hari. Namun, dengan bantuan Yosi Box, tukik hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk mengecilkan yolk sehingga tukik bisa lebih cepat dilepas kelautan tanpa khawatir Yolknya masih besar hingga menghambat waktu berenang.
Kegiatan Penetasan Telur penyu ini di dukung oleh BPSPL (Balai Pengolahan Sumber Daya Pesisir dan Laut) Denpasar Kementerian Kelautan dan Perikanan dan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam)
