FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Lare FIKKIA Raih Juara Harapan Lomba Senam Bugar, Dies Natalies 70 UNAIR

KABAR FIKKIA – Tampil nyentrik menggunakan kostum seblang dan kebo-keboan, tim senam FIKKIA membawa pulang juara harapan dua. Lomba senam tersebut merupakan rangkaian peringatan Dies Natalies ke-70 UNAIR pada Minggu (03/10/2024) di halaman Rektorat Kampus Meer C. Kekompakan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan berhasil menuangkan budaya Banyuwangi dalam busana dan gerakan senam bugar.

Lomba senam ini merupakan yang pertama diikuti oleh FIKKIA. Disana mereka bertanding bersama fakultas, lembaga, dan bidang lain se-Universitas Airlangga.  Rektor UNAIR dalam sambutannya menekankan kepada seluruh civitas akademik mampu menunjukkan kelebihannya. Momentum dies natalis ke-70 UNAIR menghadirkan berbagai kompetisi untuk seluruh warga UNAIR. Banyak perlombaan bidang seni, olahraga, dan hobi yang dipertandingkan.

Bawa unsur Banyuwangi

Kapten tim senam FIKKIA, Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes. sengaja menghadirkan budaya Banyuwangi kedalam kostum senam. Kostum putri terinspirasi dari ritual adat seblang Desa Olehsari yang berambut hijau. Sedangkan kostum putra berasal dari upacara adat kebo-keboan yang identik dengan kultural pertanian Banyuwangi. Seblang dan kebo-keboan menjadi budaya tak terpisahkan dari masyarakat Suku Osing. Keduanya menjadi simbol semangat dan rasa syukur terhadap melimpahnya hasil sumberdaya alam.

Tim Lare FIKKIA. Sumber: UKIP

Nilai-nilai tersebutlah yang diadaptasi tim Lare FIKKIA. Mereka dengan penuh semangat berlatih dan menghafalkan setiap gerakan yang telah ditentukan oleh panitia dies natalis. Dekan FIKKIA Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) hadir langsung mendampingi dan menyemangati tim Lare FIKKIA

Aspek Penilaian Senam Bugar

Gerakan senam bugar terdiri dari pemanasan, gerakan inti 1-8, dan penutupan. Aspek penilaian lomba berdasarkan empat komponen utama. Peserta akan dinilai dari segi teknis gerakan yang meliputi kelenturan, ketepatan gerakan, dan keseimbangan. Kesinambungan gerakan dengan kesuaian dengan musik juga menjadi penilian juri. Tak cukup disitu, juri memperhitungkan aspek seni dari kostum, tata rias, ekspresi dan penampilan panggung. Kekompakan, keselarasan, dan formasi tiap anggota tim juga tak luput dari perhatian juri yang  bertugas.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *