FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Lebih Dekat dengan Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga

KABAR FIKKIA – Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi secara konsisten memberikan pengalaman klinis yang luas bagi mahasiswa koasistensi. Pengalaman yang luas membuat calon dokter hewan lebih siap terjun ke dunia kerja. Tercatat ada tiga tempat yang harus dokter muda lewati untuk dapat lulus koasistensi klinis. Salah satunya adalah Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Tim Komite Koordinasi Pendidikan dari unsur dosen, dokter hewan klinisi, dan paramedik veteriner yang profesional akan memberikan pengalaman belajar mahasiswa secara intensif. Selama menjalani rotasi klinik, mahasiswa PPDH FIKKIA akan mendapatkan pengalaman langsung menangani pasien hewan. Baik hewan kecil maupun hewan eksotik di bawah bimbingan dosen klinisi profesional dari RSHP UNAIR.

Ketersediaan fasilitas RSHP UNAIR sangat mumpuni. Lantai 2 merupakan lobby kunjungan utama yang terdiri dari frontdesk. Petugas siap memberikan informasi bagi pemilik hewan dengan disertai ruang tunggu nyaman. Tersedia enam poli dengan Poli 1 hingga Poli 5 yang berfungsi sebagai tempat pemeriksaan dan pelayanan pasien. Sedangkan Poli 6 merupakan tempat Instalasi Gawat Darurat yang siap menerima kasus kedaruratan pada hewan. Ruangan tersebut memiliki alat yang sangat lengkap mulai dari lampu khusus, oksigen terintegrasi, hingga laci alat. Bagi hewan yang memerlukan perawatan intensif akan masuk kedalam ruangan transisi yang tersedia sebanyak 2 ruangan. Turun dari lantai tersebut menuju Lantai 1 terdapat beberapa area yaitu parkir bawah gedung, ruang perawatan infeksius, area grooming, ruangan terapi fisiologi, dan parkir ambulance RSHP.

Lantai 3 terdapat beberapa ruangan penting. Seperti ruang laboratorium yang terdapat alat hematologi analyzer, kimia darah, sitologi, dan dermatologi. Terdapat juga pemeriksaan penunjang berupa radiologi menggunakan X-Ray digital terintegrasi dan Ultrasonografi. Ruang bedah mumpuni dengan tiga ruangan bertipe studio yang dapat dilihat melalui kaca sehingga akan memberikan pembelajaran yang luas bagi mahasiswa. Selain itu, terdapat instalasi pipa medis terintegrasi mulai dari vacuum, oksigen, dan nitrogen. Dalam ruangan bedah juga ada ruang pemulihan. Bahkan sebelum memasuki ruang bedah terdapat area cuci tangan dan ruangan premedikasi untuk memberikan obat penenang bagi hewan. Di lantai 3 juga terdapat area perawatan non infeksius dan ruangan titip sehat baik bagi anjing, kucing, maupun hewan eksotik. Sedangkan lantai 4 terdapat ruang pimpinan dan ruang aula pembelajaran untuk perkuliahan.

Bagi mahasiswa juga tersedia ruang istirahat yang terletak pada Lantai 1 dan Lantai 4. Mahasiswa koasistensi akan berjaga sesuai dengan target pembelajaran koasistensi. Tidak hanya praktik medis, mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan diskusi kasus, pembuatan laporan medis, hingga edukasi kepada pemilik hewan. Pendekatan pembelajaran berbasis kasus (case-based learning) diterapkan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan klinik, komunikasi profesional, serta etika pelayanan hewan.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *