FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

LPJPHKI Bedah Mekanisme Jurnal Radar Integritas UNAIR untuk Publikasi Riset FIKKIA

KABAR FIKKIA – Dunia publikasi ilmiah internasional kian dinamis dengan munculnya fenomena jurnal yang tiba-tiba dikeluarkan (discontinued) dari indeks Scopus. Kondisi ini seringkali merugikan peneliti yang telah bersusah payah melakukan riset. Menyikapi hal tersebut, Koordinator Bidang Insentif Publikasi Karya Ilmiah LPJPHKI, Dr. Windarto, memperkenalkan Radar Integritas UNAIR (RIU). Sistem peringatan dini yang dikembangkan UNAIR untuk melindungi peneliti dari maraknya jurnal predator. Sosialisasi Ri2 dan Radar UNAIR yang berlangsung Rabu (03/12/2025) 38 diikuti oleh civitas akademik FIKKIA di Aula Kampus Mojo.

“RIU merupakan daftar jurnal ilmiah yang terindikasi kuat berpotensi discontinued dari laman Scopus. Informasi ini sifatnya mengikat bagi seluruh dosen dan peneliti di lingkungan UNAIR sebagai upaya mitigasi agar karya bapak/ibu tidak sia-sia.” tegas Dr. Windarto.

​Data RIU tidak disusun sembarangan, melainkan berdasarkan analisis mendalam terhadap anomali yang terjadi pada jurnal-jurnal tertentu, serta merujuk pada best practice tata kelola jurnal ilmiah global.

Mengapa Jurnal bisa Discontinue dari Scopus?

​Sesi diskusi berlangsung hangat ketika peneliti dari Kedokteran Hewan, drh. Bodhi, mengajukan pertanyaan kritis yang mewakili keresahan para peneliti.

“Sebenarnya, apa saja faktor spesifik yang membuat suatu web jurnal dikatakan discontinued? Apa tanda-tanda yang bisa kami lihat secara kasat mata?” tanya drh. Bodhi.

Diskusi mengenai faktor jurnal discontinue scopus. Sumber: Istimewa

​Menjawab hal tersebut, Dr. Windarto membedah empat “Faktor Besar” yang menyebabkan jurnal didepak dari Scopus:

  1. Publication Concern: Adanya kekhawatiran pada integritas proses publikasi, seperti proses review yang tidak transparan. Biasanya jurnal menerbitkan artikel diluar focus and scope sebelumnya.
  2. Outlier Behaviour: Perilaku penerbitan yang tidak wajar. Misalnya jurnal tiba-tiba menerbitkan ribuan artikel dalam satu nomor, padahal sebelumnya hanya puluhan.
  3. Metrics: Penurunan drastis pada kualitas sitasi dan dampak jurnal.
  4. Continuous Curation: Hasil evaluasi berkala dari tim kurasi Scopus yang menemukan penurunan standar kualitas.

​“Dengan memahami empat poin ini melalui RIU, dosen FIKKIA diharapkan lebih jeli dan selektif dalam memilih ‘rumah’ bagi artikel ilmiahnya,” pungkas Dr. Windarto.

Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *