KABAR FIKKIA – Kegiatan orientasi VOSFOR pertama dilaksanakan pada Sabtu (13/09/2025) di Kampus Giri FIKKIA. Sesi khusus pengenalan asisten dosen dan asisten penelitian yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2025. Kegiatan ini dirancang menjadi gerbang awal untuk memahami dunia praktikum dan laboratorium yang akan mereka jalani selama masa studi.
Mahasiswa dikenalkan keuntungan menjadi asisten dosen sehingga sudah mampu meraba, mengenali dan merasakan apa yang bakal mereka pelajari nantinya. Tak cukup disitu, mahasiswa juga dikenalkan preparat pembelajaran. Mulai dari mata kuliah anatomy, embrio, histologi, patologi, mikrobiologi, peternakan, parasitologi, hingga klinik
“Respon mereka sangat positif, terlihat senang dan nyaman dengan tour yang dilakukan. Semoga ini bisa menarik minat mereka untuk aktif di prodi kedokteran hewan ini,” jelas Risky Arkhan, Ketua VOSFOR 2025.
Dari Materi Hingga Demonstrasi Langsung
Kegiatan pengenalan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berisi pemaparan materi dari delapan asdos yang mewakili masing-masing divisi. Mereka menjelaskan apa saja yang dipelajari, benefit menjadi asdos, serta memperkenalkan preparat yang digunakan dalam praktikum. Sesi kedua dilanjutkan dengan demonstrasi langsung yang membuat suasana semakin hidup. Mahasiswa baru terlihat sangat antusias saat menyaksikan dan mencoba berbagai alat serta preparat yang ditampilkan.

Setiap divisi menghadirkan pengalaman unik. Divisi anatomi memperlihatkan sediaan organ yang telah diawetkan dan berbagai tulang hewan sebagai bahan studi morfologi. Divisi klinik memamerkan alat bedah dan mengajarkan teknik dasar menjahit luka, memberikan simulasi nyata praktik klinis. Divisi peternakan membawa contoh hijauan silase dan permen mineral blox, memperkenalkan aspek nutrisi dan manajemen ternak.

Divisi parasitologi menampilkan sampel parasit seperti lalat dan nyamuk, lengkap dengan penjelasan siklus hidup dan dampaknya terhadap hewan. Sementara divisi embrio, histologi, patologi, dan mikrobiologi mengajak mahasiswa mengamati preparat melalui mikroskop, membuka wawasan mereka terhadap dunia seluler dan mikroorganisme yang menjadi bagian penting dari studi kedokteran hewan.
Gambaran Kolaborasi Akademik dan Kemandirian
Salah satu mahasiswa baru, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. “Belajar bersama kakak asdos di laboratorium sangat bermanfaat bagi bekal kami ke depan. Kami yang semula tidak punya gambaran, sekarang jadi lebih paham. Selain itu, suasana di laboratorium juga interaktif, kami bisa bertanya langsung ke kakaknya, termasuk tips dan trik jadi asdos,” ujar aImel Andinda
Pengenalan asdos dalam VOSFOR 2025 bukan hanya memperkenalkan sistem praktikum, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian akademik dan kolaborasi. Mahasiswa baru diajak untuk tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga calon kontributor aktif dalam dunia riset dan pembelajaran. Dengan pendekatan yang interaktif dan visual, kegiatan ini berhasil menjembatani transisi dari siswa menjadi calon dokter hewan yang siap berkiprah.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
