KABAR FIKKIA – Kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UMT) memasuki hari ke-10 pelaksanaannya. Salah satu kegiatan menarik yang diadakan pada hari itu adalah pelatihan pembuatan jamu modern atau mocktail yang diikuti oleh mahasiswa UTM dari desa Banjar dan Licin serta ibu-ibu PKK. Demo pembuatan mocktail yang berlangsung Sabtu (01/03/2025) di kantor Balai Desa Banjar kec Licin Banyuwangi.
Pembuatan Jamu Modern
Pelatihan ini dipandu oleh Yohana (KESMAS 23) dan Elisa (KESMAS 23). Mahasiswa FIKKIA UNAIR, yang dengan penuh semangat mengajarkan serta mempraktikkan cara membuat mocktail Selaginella atau yang lebih dikenal dengan nama cakar ayam.
Tahapan pembuatan jamu diawali dengan membuat ekstrak daun selaginela. Peserta terlebih dahulu merebus daun selaginela kering dengan air panas selama 20 menit. Setelah ekstrak berada pada suhu ruang, selanjutnya bisa dicampur dengan sirup berbagai rasa yang menyegarkan. Minuman jamu modern sangat cocok diminum ditengah suhu Negara tropis yang panas seperti saat ini.

“9/10 Enak banget, perpaduan rasa manis asamnya sangat pas dan juga sehat,” kata Kok Yun Zein, mahasiswa Malaysia.
Tanaman paku yang memiliki nama latin Selaginella doederleinii hieron terbukti memiliki manfaat kesehatan. Kandungan alkaloid, saponin dan phytosterolnya cukup tinggi. Sehingga diklaim dapat mengatasi kanker, bronchitis, hingga menghilangkan bengkak. Sellahinela juga berkhasiat mengatasi radang paru, pendarahan, hepatitis, diare, dan bersifat antitoksik.

Yohana sebagai PIC kegiatan jamu dari FIKKIA, menyampaikan kegiatan bertujuan mengenalkan bahwa tanaman liar seperti selaginella bisa dijadikan obat bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan tanaman ini kepada mahasiswa UTM, agar bisa dikembangkan juga di daerah Malaysia dan bisa bermanfaat disana
Pelatihan pembuatan jamu modern tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana ngabuburit yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan potensi tanaman herbal lokal untuk kesehatan.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
