FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA Belajar Lintas Keilmuan dengan Pengajar Internasional WUACD Summit 2023

KABAR FIKKIA – World University Association for Community Development (WUACD) telak sukses diselenggarakan di Universitas Airlangga. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Banyuwangi dipilih menjadi lokasi terselenggaranya International Guest Lecture yang merupakan rangkaian acara WUACD Summit 2023. Kuliah tamu berlangsung di Aula FIKKIA Kampus Mojopanggung pada tanggal 22 November 2023. WUACD hadir sebagai sarana untuk menginspirasi mahasiwa agar aktif berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan berkelanjutan.  Kuliah tamu interaktif dengan hadirnya dosen dari berbagai universitas yang tergabung dalam WUACD yang digagas Universitas Airlangga.

Direktur FIKKIA, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U (K) membuka kegiatan kuliah tamu tersebut didampingi delegasi WUACD Universitas Airlangga. Peserta yang hadir merupakan perwakilan organisasi mahasiswa, peneliti dan pengajar, dan staf kependidikan.

Empat pembicara yang hadir, antara lain Maheen Mumtaz (National University of Sciences & Technology Pakistan), Prof. Dr. Chinnappan Ambrose Kalpana (Avinashilingam Institute for Home Science and Higher Education for Women India), Prof. Dr. Muhammad Aziz Rahman (Federation University Australia), dan Prof. Syed Mizanur Rahman (Daffodil International University Bangladesh).

Maheen Mumtaz menjelaskan penerapan bentuk tindakan empati. Foto: UKIP

Maheen Mumtaz membuka rangkaian presentasi dengan mengangkat topik mengenai “empathy ecosystem”. Ia menjelaskan bahwa empati merujuk pada kemampuan seseorang untuk memahami perasaan orang lain dan mengaplikasikannya dalam tindakan nyata. Beberapa bentuk tindakan empati termasuk mendengarkan cerita teman dengan penuh perhatian, membuat orang tersenyum, dan membuat orang tua bangga dengan pencapaian. Maheen juga mengingatkan, bahwa teknologi seperti kecanggihan ponsel, dapat mengurangi tingkat empati dalam interaksi sosial.

Komitmen kolaborasi bersama

Membahas edukasi bidang kesehatan masyarakat, Prof. Dr. Chinnappan menjelaskan pendekatan media sosial efektif digunakan dalam sebuah komunitas. Edukasi secara langsung dilakukan dengan komunikasi yang baik agar masyarakat atau kelompok dapat menerima dan mengimplementasikan ilmu yang disampaikan.

Sejalan dengan itu, Prof. Rahman menyoroti kolaborasi pentingnya kolaborasi lintas negara. Dengan menjalin kerja sama antar negara, peneliti dapat memanfaatkan sumber daya dan dukungan yang lebih luas, memperluas cakupan penelitian, serta menghasilkan data yang lebih kaya dan relevan dalam konteks kesehatan masyarakat.

Memahami bahasa tubuh

Bahasa tubuh berkaitan dengan nilai yang dimiliki seseorang. Melalui bahasa tubuh yang tepat, seseorang bisa mendapatkan perilaku sesuai yang diinginkan dari orang lain. Begitu yang disampaikan Prof Syed Mizanur Rahman sebagai pemateri terakhir.

“Berpikir bahwa kita mampu melakukan sesuatu merupakan hal yang krusial, karena dengan keyakinan tersebut, kita akan lebih mampu menjalankan tugas yang diinginkan dengan baik,” tegasnya.

Prof. Syed Mizanur Rahman menjelaskan tentang gestur tubuh. Foto: Penulis

Dengan menekankan pentingnya bahasa tubuh dan keyakinan diri, Prof Syed memberikan wawasan berharga tentang bagaimana komunikasi non-verbal. Menanamkan sikap positif terhadap diri sendiri berperan dalam tercapainya kesuksesan dan menciptakan hubungan yang baik dengan orang lain.

Penulis: Bintang Muslimah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *