FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA Raih Juara 2 MSQ di Ajang MTQM UNAIR 2025

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi di tingkat universitas. Mohammad Aulia Huwaiza Efendi, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, yang berhasil menyabet Juara 2 pada cabang Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) dalam ajang seleksi MTQM UNAIR, Sabtu (14/06/2025).

Ajang seleksi Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM) digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus Meer-C UNAIR. MTQM diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa dari berbagai fakultas. Kompetisi ini merupakan seleksi resmi untuk memilih delegasi yang akan mewakili UNAIR di tingkat nasional (MTQMN).

Latihan Intensif Manfaatkan Minggu Tenang UAS

Prestasi yang diraih Aulia terasa lebih istimewa mengingat tantangan yang ia hadapi. Sebagai mahasiswa yang berkuliah di Kampus Sobo, Banyuwangi, ia harus menempuh jarak ratusan kilometer untuk berkompetisi. Kategori Syarhil bersifat tim. Terdiri dari terdiri dari pensyarah, qari, dan sari tilawah. Oleh karenanya mengkoordinasikan jadwal latihan adalah tantangan terbesar.

Timnya sendiri merupakan gabungan unik Terdiri dari Aulia (Kesmas FIKKIA), Rizqi Alfy Dzikria (EI FEB), dan M. Maghfur Ibrahim (Bhs Inggris FV). Latihan yang padat dan intensif terus dilakukan selama minggu tenang sebelum persiapan lomba.

Dari kiri, Huwaiza, Rizqi, dan Ibrahim. Foto Istimewa

“Persiapan intens kami lakukan dalam satu minggu terakhir. Kendala transportasi dan sulitnya menyamakan waktu latihan menjadi tantangan utama. Belum lagi kami harus merombak teks karena penilaiannya sangat detail,” ungkap Aulia yang saat ini menempuh studi tahun ke 2

Mengatasi tantangan tersebut, Aulia dan tim mengandalkan komunikasi intensif dan pemanfaatan teknologi. Mereka memaksimalkan koordinasi melalui platform daring untuk berlatih secara terpisah dan menyatukan pemahaman. Waktu bertemu yang singkat di Surabaya benar-benar mereka manfaatkan untuk latihan tatap muka yang padat dan efektif. Menunjukkan komitmen dan manajemen waktu yang luar biasa.

Meski demikian, semua rintangan itu tidak menyurutkan semangatnya. Motivasi kuat untuk mengharumkan nama fakultas menjadi pendorong terbesarnya.

“Jauh-jauh dari FIKKIA, motivasi saya adalah ingin mengharumkan FIKKIA di ajang MTQM UNAIR 2025. Saya juga ingin mengajak teman-teman di FIKKIA untuk bisa bersama mengikuti dan mengagungkan Al-Qur’an,” tegasnya.

Kisah Aulia menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan jarak bukanlah penghalang untuk berprestasi. Keberhasilannya diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa lain. Khususnya yang berada di luar kampus utama, untuk terus berani berkompetisi dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang.

Penulis: Satria Farrely Ardiansyah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *